ANTARA/Prasetyo Utomo
Topik
Boediono Kritik Pengusaha Proyek Mangkrak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengkritik para pengusaha yang membiarkan proyeknya macet. "Tidak boleh proyek-proyek ini menyandera kepentingan nasional," ujarnya saat membuka Konferensi dan Pameran Infrastruktur Internasional Indonesia di Balai Sidang Jakarta, Selasa (12/4).
Menurut dia, cukup banyak korporasi yang proyeknya sudah disetujui, telah pula mendapatkan izin usaha dan konsesi, namun tak kunjung mewujudkan janjinya membangun infrastruktur. "Ada yang (mangkrak sampai) sepuluh-lima belas tahun, ini adalah bagian pekerjaan rumah kita, tidak bisa kita biarkan seperti ini," ucap Boediono.
Pemerintah, lanjut Boediono, akan meninjau ulang proyek-proyek macet dan mendorong agar proyek itu bisa terus berjalan. Ia meminta bawahannya dan juga calon investor yang hadir dalam konferensi untuk mencegah proyek macet di masa depan.
Ia tak menyebutkan proyek mangkrak mana saja yang dimaksudnya. Tapi sebelumnya, pemerintah telah menyatakan berencana memutus kontrak dengan investor jalan tol yang hanya bisa membebaskan sedikit lahan untuk proyeknya.
Secara keseluruhan, kini ada 24 proyek jalan tol, termasuk sembilan ruas Trans-Jawa, yang macet. Alasannya nyaris sama, yakni terhambat pembebasan lahan.
Tol Trans-Jawa membentang dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang 660 kilometer. Dari 10 ruas tol prioritas, saat ini baru satu ruas yang bisa dibangun, yaitu ruas Kanci-Pejagan. Sisanya masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi.
Salah satu proyek yang ditargetkan segera rampung adalah ruas Cikampek-Palimanan. Kini pembebasan tanah untuk ruas tersebut telah mencapai 90 persen dan diperkirakan selesai pada Agustus 2011.
Pemerintah telah mengevaluasi proyek 24 ruas tol yang mangkrak itu. Sebanyak 12 ruas harus mendapat dukungan dari pemegang saham mayoritas, yakni Cikampek-Palimanan, Semarang-Solo, Solo-Mantingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Serpong-Cinere, Cibitung-Cilincing, JORR Seksi W2 utara, Depok-Antasari, Bogor Ring Road, Gempol-Pandaan, dan Gempol-Pasuruan.
Tujuh ruas tol harus merestrukturisasi pemegang saham, yakni Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, Cengkareng-Kunciran, Cimanggis-Cibitung, Ciawi-Sukabumi, dan Pasuruan-Probolinggo. Sedangkan tiga proyek tol lainnya memerlukan tambahan setoran ekuitas dari pemegang saham, yakni Pemalang-Batang, Becakayu, dan Waru-Tanjung Perak.
BUNGA MANGGIASIH





