foto

Suswono. TEMPO/Prima Mulia

Menteri Pertanian: "Wabah Ulat Karena Migrasi"

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono menduga merebaknya ulat di sejumlah daerah karena migrasi dari habitat lama yang sudah tidak cocok. Kian berkembang tanpa kendali karena burung sebagai predator utama ulat juga mulai hilang akibat perburuan. "Kami masih terus memantau dan meneliti di lapangan," kata Suswono di Kantor Presiden, Selasa (12/4).

Wabah ulat bulu menyebar di sejumlah daerah di wilayah timur Jawa Timur hingga ke Bali. Kondisi kian parah karena iklim mendukung terjadinya ledakan populasi ulat. "Terus kita kaji untuk menyiapkan kondisi jangka panjang," kat Suswono.

Menurut dia, masing-masing daerah sudah mengambil tindakan untuk mengatasai wabah ulat seperti menggunakan insektisida. Jika semua upaya gagal, Kementerian Pertanian akan membentuk gerakan nasional melawan wabah ulat. Sementara ini serangan ulat hanya pada daun dan tak mematikan. Tanaman tak mati dan akan bersemi kembali tiga minggu kemudian.

EKO ARI WIBOWO