Topik
Mahasiswa Minta Tidak Dibungkam Aspirasinya
TEMPO Interaktif, SURABAYA - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Situbondo Fawaid Azis mengatakan, sikap kritis mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya tidak boleh dibungkam.
"Biarkan kami tetap kritis karena kebebasan adalah ruh pemikiran mahasiswa," kata Fawaid dalam acara dialog dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Untung Suharsono Radjab, Selasa 12 April 2011.
Berlangsung di Rumah Makan Taman Sari Surabaya, acara dialog bertema Menjalin Sinergitas Tanpa Batas Menjadi Mitra Kritis-Kontributif, acara diikuti ratusan Presiden BEM berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Presiden BEM yang hadir di antaranya dari seluruh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Jember, Universitas Trunojoyo Madura, serta ratusan perguruan tinggi lainnya.
Fawaid mengingatkan, forum dialog semacam ini diharapkan tidak bertujuan untuk membungkam aspirasi kritis para mahasiswa.
Adapun Titis, Presiden BEM Fakultas Hukum Unair berharap dialog semacam ini bisa ditindaklanjuti menjadi program yang kritis.
Titis mengangkat masalah yang dialami korban lumpur Lapindo. ”Hingga kini masih banyak warga yang belum dapat ganti rugi. Apa langkah pemerintah selama ini," kata Titis.
Pakar ilmu komunikasi Universitas Airlangga Surabaya Sukowidodo yang menjadi pemandu acara mengatakan, acara tersebut tidak dimaksudkan untuk membungkam aspirasi mahasiswa.
"Dialog semacam ini sangat bagus karena masukan dari mahasiswa langsung didengar oleh penentu kebijakan di Jawa Timur," ujar Sukowidodo.
Gubernur Soekarwo berjanji akan memperhatikan seluruh masukan dari para mahasiswa.
Terkait masalah korban lumpur Lapindo, Soekarwo mengatakan telah bekerja keras untuk perjuangkan proses ganti rugi. "Semua tau, saya selalu di depan. Saya juga ikut perjuangkan bagaimana nasib warga yang belum masuk peta terdampak," papar Soekarwo. FATKHURROHMAN TAUFIQ.





