foto

REUTERS/Enny Nuraheni

Masuknya Bakrie ke Pasar Seluler Dinilai Tak Pengaruhi Persaingan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rencana masuknya PT Bakrie Telecom Tbk ke pasar seluler, dinilai tidak akan banyak mempengaruhi persaingan antar operator di pasar tersebut. Menurut Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno, persaingan di pasar seluler saat ini sudah terbilang ketat.

“Di industri ini, para operator sudah saling mencaplok pangsa pasar,” kata Sarwoto, Kamis (14/4), di gedung Jakarta Convention Center. 

Sebelumnya, Bakrie Telecom telah memperoleh izin prinsip penyelenggaraan jasa tersebut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto, Selasa (12/4), izin prinsip telah diberikan kepada Bakrie Telecom melalui Keputusan Menteri No.130/KEP/M.KOMINFO/4/2011.

Dengan izin tersebut, Bakrie Telecom diharuskan membangun sarana dan prasarana di berbagai provinsi dan menyediakan kantor dan instalasi perangkat, pusat pengendali jaringan minimal satu unit, dan prasaran pendukungnya. Perusahaan juga harus menggunakan produk dalam negeri bersertifikasi dan menyediakan infrastruktur pendukung yang terkait dengan pihak ketiga.

Menurut Sarwoto, walau persaingan sudah ketat, namun karakter pelanggan seluler di Indonesia dinilai unik. Umumnya, pelanggan seluler di Indonesia tidak cukup hanya menggunakan satu provider. Kondisi tersebut memberi peluang peningkatan pangsa pasar hingga 20-30 persen. “Double Sim Card memberi kesempatan bagi para operator untuk menghitung kembali pangsa pasar,” lanjut Sarwoto.

EVANA DEWI