foto

Sandal-sandal karet siap kirim dirumah industri sandal dikawasan Wedoro, Sidoarjo, Jumat (19/2). Naiknya bahan baku dan gempuran produk China membuat pengusaha lokal sulit memasarkan produknya dan hanya mengandalkan order pesanan saja. TEMPO/Fully Syafi

Industri Bahan Baku Akan Diberi Insentif

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan memberikan insentif kepada pengembangan industri bahan baku. Ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengatasi tidak berimbangnya pola perdagangan dalam konteks Perdagangan Bebas ASEAN Cina (ACFTA) yakni banyaknya defisit dalam industri bahan baku.

“Harus disadari bahwa Indonesia lemah dari industri bahan baku, baik dalam bahan baku obat-obatan maupun bahan baku lainnya,” kata Hatta usai rapat koordinasi membahas ACFTA di kantornya, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta (18/4)

Hatta mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan memberikan kemudahan dan insentif bagi pengembangan investasi industri bahan baku di tanah air. Industri bahan baku ini akan bisa melindungi dan membangun industri turunannya. “Sehingga tidak perlu lagi Indonesia mengimpor bahan baku yang terus membengkak,” katanya.

Dia mencontohkan industri tekstil dan produk tekstil TPP yang mengalami defisit dengan Cina karena masalah bahan baku.

Namun sejauh ini, kata Hatta pemerintah belum bisa memastikan bentuk insentif yang akan diberikan. Tidak tertutup kemungkinan, kata dia akan diberikan tax holiday. “Bisa saja seperti itu akan dilihat cakupan dan pengaruhnya terhadap industri turunannya,” katanya.

IQBAL MUHTAROM