foto

Presiden Kuba Raul Castro. AP/Ismael Francisco, Prensa Latina

Masa Jabatan Presiden Kuba Dibatasi

TEMPO Interaktif, Havana - Untuk pertama kalinya sejak dia dan kakaknya berkuasa selama 52 tahun, Presiden Kuba Raul Castro kemarin mengajukan pembatasan masa jabatan pemimpin Kuba, termasuk dirinya. Presiden berusia 79 tahun itu mengeluhkan kurangnya para pemimpin muda dalam pemerintahan, dan mengatakan negerinya harus membayar mahal atas kesalahan di masa lalu. 


Di hadapan 1.000 delegasi dalam Kongres Partai Komunis Krusial yang berlangsung empat hari, Castro bakal melansir “peremajaan sistematis” pemerintah. Dia menyatakan jabatan para politikus dan pejabat penting lainnya harus dibatasi, yakni dua periode berturut-turut lima tahun, termasuk “presiden Dewan Negara saat ini dan para menterinya”.

Raul Castro, yang menggantikan kakaknya, Fidel, pada 2008, berarti akan berusia 86 tahun pada akhir jabatannya yang kedua. Tergantung undang-undang. Ide itu terucap menjelang akhir dari 2,5 jam pidato pembukaan kongres yang digelar dalam 14 tahun terakhir.

Namun dia menolak usul yang memungkinkan konsentrasi kepemilikan di tangan swasta. Castro bilang negeri itu telah terlalu lama mengabaikan problem-problem, dan menegaskan Kuba harus membuat keputusan sulit jika ingin bertahan. 

“Tak ada negara atau orang yang tidak bisa menghabiskan lebih dari yang mereka miliki,” katanya. “Dua tambah dua adalah empat. Tak mungkin lima, apalagi enam atau tujuh.” Meski belum berkekuatan hukum, hampir pasti usul ini bakal cepat diusung oleh Majelis Nasional. 

Sejak berkuasa, Raul Castro melepas belasan ribu hektare tanah kosong kepada para petani kecil, dan melakukan reformasi pemerintah yang memungkinkan rakyat Kuba berbisnis. Fidel Castro memimpin partai sejak didirikan pada 1965. Beberapa bulan lalu, dia menyatakan mundur. 

AP | ABC | The Straits Times | Dwi Arjanto