Dipo Alam. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Dipo Percaya SBY Mampu Katrol Ekonomi Nasional
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Kabinet Dipo Alam meyakini kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mampu mengatrol perekonomian nasional. "Upaya percepatan, peningkatan, dan perluasan ekonomi Indonesia diyakini dapat tercapai di bawah kepemimpinan Presiden SBY," kata Dipo dalam keterangan pers di situs Sekretariat Kabinet, yang dilansir Ahad 17 April 2011.
Hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang sejumlah pengusaha untuk memberi masukan dalam penyusunan rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Pengusaha yang diundang antara lain anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), ditambah wirausahawan usaha kecil, mikro, dan menengah.
Dalam rapat kerja selama dua hari di Istana Bogor, Jawa Barat, Yudhoyono beserta anggota kabinetnya, para kepala daerah, pimpinan parlemen daerah, dan pengusaha berkutat dengan rencana babon itu.
Rencana induk ini merumuskan dan mengintegrasikan seluruh kebijakan dan pemikiran yang berkembang, yang meliputi: kajian tentang rencana induk koridor ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, pengembangan kebijakan penguatan konektivitas nasional yang dilakukan oleh Bappenas, kajian tentang sistem logistik nasional, berbagai studi sektoral, pemikiran dari Komite Inovasi Nasional untuk mempercepat menguatan inovasi nasional, dan pemikiran dari Komite Ekonomi Nasional tentang desain baru pembangunan ekonomi.
Selanjutnya, kata Dipo, tiga strategi utama dalam kerangka desain rencana induk akan dioperasikan dalam inisiatif strategis melalui pengembangan potensi daerah. Di antaranya, melalui koridor ekonomi, memperkuat konektivitas nasional, serta mempercepat kemampuan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Raker ini juga akan membahas mengenai rekapitulasi indikasi investasi rencana induk sampai dengan 2014, dan peta indikasi investasi skala besar kegiatan utama koridor ekonomi tahun 2011-2012," ujarnya.
Dengan semangat ''business as not usual'', Dipo mengatakan, diperlukan terobosan strategi dengan mengubah pola pikir. Pendekatan solusi akan menjadi titik berat dari rencana induk ini. "Rencana induk ini kelak harus dapat menjadi bagian intergral dari sistem perencanaan pembangunan nasional," kata dia.
MAHARDIKA SATRIA HADI





