Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam menunjukan gambar pelaku bom bunuh diri di mapolresta Cirebon di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, (16/4). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Syarif Pernah Turut Mengawal Ba''asyir
TEMPO Interaktif, Cirebon - Muhammad Syarif, 32 tahun, pelaku aksi bom bunuh diri di masjid Mapolres Cirebon, diketahui pernah mengawal Abu Bakar Ba’asyir ketika berkunjung ke Cirebon. Dia juga tak segan melempar atau memarahi wanita tak berjilbab. Kesaksian itu diangkapkan kawan Syarif, sebut saja Amin. "Saya bertemu dan kenal pertama kali dengan Syarif ketika demonstrasi pada 2007,” kata Amin di Cirebon, Selasa (19/4).
Sejak pertemuan itu, Amin kerap berjumpa dalam aksi-aksi demonstrasi. Bahkan Syarif sering memberi kabar lewat pesan pendek jika akan ada aksi unjuk rasa. "Selain Syarif, orang At Taqwa (masjid agung di Kota Cirebon) juga memberitahu saya," kata Amin.
Aksi demo yang pernah dilakukan bersama Syarif antara lain demo terkait keberadaan Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Cirebon. Juga unjuk rasa penistaan agama yang dilakukan Ahmad Tantowi di Pengadilan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon. "Tiap ada demo, Syarif paling aktif. Itulah Syarif, saya maklumi saja," kata Amin.
Ketika Abu Bakar Ba’asyir berkunjung ke Cirebon, Syarif turut mengawal. "Kalau tak salah saat itu ada deklarasi di Masjid An Nur sekitar September 2009 lalu," kata dia. Kata Amin, Syarif keras kepala dan gampang marah. Dia tak segan-segan langsung memarahi atau melempari batu seorang perempuan yang auratnya terbuka.
Amin pun mengaku mengenal seluruh penyerang 3 gerai Alfamart pada pertengahan September 2010. "Saya kenal semua. Syarif pun saya dengar termasuk ikut dalam penyerangan itu," katanya. Namun, Amin mengaku tak ikut menyerang. Dia sudah capek kerja sejak pagi sampai sore. "Keluarga dan istri saya tak memperbolehkan saya ikut demo," katanya lagi.
IVANSYAH





