foto

TEMPO/Imam Sukamto

Nielsen: FMCG Tumbuh Dua Kali Lipat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Seiring bangkitnya perekonomian Indonesia dari Krisis Keuangan Global dan PDB tumbuh 6,1 persen pada 2010 serta mulai masuknya PDB per kapita mencapai USD 3,015, industri fast moving consumer goods (FMCG) tumbuh pesat. Berdasarkan Nielsen ritel audit industri FMCG tumbuh hingga 11,8 persen pada 2010, atau dua kali lipat dari laju ekonomi yang mencapai 6,1 persen.

Perbaikan kondisi ekonomi menyebabkan perilaku pembelian konsumen juga bergeser. "Konsumen lebih rela mengeluarkan uang mereka, konsumen cenderung lebih berani membeli kategori barang yang sebelumnya tidak pernah mereka pertimbangkan," ujar Executive Director of Client Leadership Nielsen, Venu Madhav Selasa (19/4) di Jakaarta. Berdasarkan riset itu, pergeseran perilaku tersebut terjadi baik di kelas atas maupun kelas menengah ke bawah.

Saat ini konsumen kelas atas cenderung untuk memburu produk yang bisa memberikan manfaat lebih dan nilai tambah. "Meskipun harganya bisa jadi 2 kali lipat lebih mahal," katanya.

Nielsen home panel melaporkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk kategori kesehatan dan gaya hidup meningkat. Konsumen kelas atas menjadi lebih value-conscious, mereka lebih memilih produk yang menjawab kebutuhan gaya hidup dan kesehatan, produk yang menyediakan kenyamanan bagi konsumen juga akan tumbuh.

Terdapat tiga kategori produk kebutuhan gaya hidup kelas atas yang mengalami pertumbuhan pesat yaitu hair conditioner, susu cair, dan pasta gigi. Produsen menambahkan fungsi tambahan pada produk tersebut.

Pada hair conditioner nilai penjualan keseluruhan tumbuh hingga 68 persen pada 2010. Pemicunya karena ada tambahan tawaran kenyamanan melalui produk leave-on. Di mana produk leave-on memberikan kepraktisan karena penggunaan hari conditioner tidak perlu lagi dibilas dan dipakai setiap saat. "Meskipun harganya lebih dari dua kali lipat dari kondisioner biasa, varian ini tumbuh hampir tiga kali lipat pada 2010," ungkapnya.


AGUNG SEDAYU