foto

TEMPO/Aditia Noviansyah

Tren Terkini, Nasabah Bank Tak Lagi ke Kantor Cabang  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Budi Gunadi Sadikin, Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri,  mengatakan kebiasaan nasabah bertransaksi melalui kantor cabang bank mulai berganti, beralih ke transaksi elektronik. Nasabah saat ini lebih banyak melakukan transaksi dan mengakses informasi rekening melalui peralatan elektronik dibanding mendatangi kantor cabang.

"Tiga tahun terakhir peran cabang terus menurun. Kalau trennya seperti ini nanti juga tersusul oleh layanan elektronik," kata Budi di Jakarta hari ini, Rabu (20/4). Ia mengatakan tren ini pun terjadi di bank lain selain Mandiri. "Kompetitor utama kita juga mengatakan trennya seperti itu," katanya.

Transaksi serta akses informasi nasabah melalui pesan pendek telepon seluler (SMS) sudah melebihi angka itu, sekitar 14-15 juta per bulan. "Kalau lewat ATM bahkan 60 juta per bulan," katanya.

Menurut Budi, peubahan tren tersebut tepatnya terjadi pada Desember tahun lalu. "Transaksi dan notifikasi (akses informasi) melalui SMS menyusul cabang pada bulan itu," katanya. Karena itu, Mandiri melakukan antisipasi untuk menghadapi perubahan tren dengan mengembangkan aplikasi transaksi melalui telepon, khususnya jenis smartphone.

Mandiri mencatat, nilai transaksi melalui SMS pada 2010 meningkat sebanyak Rp 10,6 triliun, lebih tinggi 60 persen dari 2009. Budi menargetkan pada 2011 Mandiri bisa meningkatkannya hingga Rp 15 triliun.

Untuk mencapai target itu, tahun ini Mandiri akan meluncurkan 3 aplikasi mobile banking untuk Blackberry, i-phone, dan Android. Aplikasi mobile banking Mandiri untuk Blackberry sudah terlebih dahulu diluncurkan pada Rabu (20/4) ini. "Transaksi maksimum Rp 20 juta per hari," kata Budi.

Rico Usthavia Frans, Senior Vice President Electronic Banking Group Mandiri, mengatakan Mandiri akan meningkatkan alokasi investasi Mandiri khusus untuk pengembangan aplikasi tersebut. "Sekitar satu sampai dua juta US dollar," katanya.


ANANDA BADUDU