foto

Gunung Vinson Massif Via indonesia7summits.com

Pendaki Indonesia Coba Taklukkan Puncak Alaska  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim Seven Summits Indonesia akan melanjutkan pendakiannya ke puncak kelima, Denali/McKinley di Alaska, Amerika Utara. Puncak setinggi 6.197 meter dari permukaan air laut (mdpl) itu targetnya bisa dicapai pada 13-18 Mei mendatang. Mereka akan menggunakan jalur West Buttress.

Lima pendaki utama--Ardeshir Yaftebbi, Fajri Al Luthfi, Martin Rimbawan, Nurhuda, dan Iwan Irawan--bersama dengan tim pendukung akan bertolak dari Jakarta, Jumat (22/4) besok. Mereka dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 28 Mei mendatang.

Ketua Tim Pendakian Ardheshir Yaftebbi menjelaskan proses pendakian Denali ini membutuhkan proses lebih panjang dari 4 pendakian sebelumnya. "Sebelum pendakian, kami harus melakukan kursus pendakian terlebih dahulu," kata Ardhesir, di kantor Menteri Pemuda dan Olahraga, Rabu (20/4).

Denali dikenal sebagai "gunung tersulit". Untuk mencapai puncak tertinggi di Alaska itu, pendaki harus melewati jurang-jurang es besar (crevasse), Taman Nasional Denali juga tidak memiliki barisan poter yang membantu para pendaki, cuaca ekstrem bisa mencapai minus 40 derajat Celsius di ketinggian 400 mdpl, dan minim oksigen.

Sejak pendakian dimulai April tahun lalu, Ardhesir dan rekan-rekannya berhasil menaklukkan Cartenz Pyramid/Ngudu-ngudu setinggi 4.884 mdpl (Indonesia), Kilimanjaro, 5.895 mdp (Tanzania,Afrika), Elburs, 5.642 mdpl (Rusia), dan Aconcagua, 6.962 mdpl (Argentina). Kini mereka bersiap mendaki puncak kelima, Denali/McKinley, di Alaska.

Awalnya, rombongan Seven Summit ini terdiri dari 6 pendaki. Tapi, satu-satunya anggota perempuan, Gina Afriani Wulan Pratami, tidak lagi bisa mengikuti pendakian kelima. Gina gagal mencapai Aconcagua setelah muntah darah.

"Kami akan terus melanjutkan pendakian sampai selesai. Kalau nanti ada yang gagal lagi berarti tidak bisa melanjutkan pendakian berikutnya.Yang tersisa itulah yang akan meneruskan pendakian," ujar Ardhesir. Dua puncak terakhir yang dituju, yaitu Vinson Massif (4.897mdpl) di Kutub Utara dan terakhir atap dunia Puncak Everest (8.848 mdpl) di Himalaya

Andi Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga, mengaku bangga dengan prestasi tim Seven Summit ini. "Kami mendukung anak-anak muda bersaing di tingkat global dan berprestasi, sehingga Merah Putih berkibar di level dunia. Sudah waktunya tampil di tingkat global," kata Andi saat memberi sambutan pelepasan tim tersebut di kantornya.

Anies Baswedan, Ketua Tim Pendakian, menegaskan bahwa Ardhesir dan rombongannya adalah representasi Indonesia. "Apa yang dilakukan mereka bukan hanya menaklukkan gunung, tapi  juga menunjukkan Indonesia di dunia global," kata Anies, yang juga Rektor Universitas Paramadina ini.

RINA WIDIASTUTI