Topik
PMI Tolak Pendonor karena Stok Darahnya Berlebih
TEMPO Interaktif, Surakarta – Sejak pekan lalu Palang Merah Indonesia (PMI) Solo menolak pendonor darah golongan O yang ingin mendonorkan darahnya. Pasalnya, stok darah golongan O sudah berlebih.
“Biasanya membutuhkan sekitar 250 kantong per hari. Tapi, minggu lalu sampai 700 kantong. Jadi, kami stop sementara,” ujar Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto seusai pelantikan pengurus baru periode 2011-2016 di Balai Kota Surakarta, Rabu (20/4).
Menurutnya, jika dipaksakan menerima donor darah malah jadi mubazir karena ada kemungkinan darah tidak terpakai. “Kebutuhannya lebih sedikit dari stok yang ada,” ujar Sumartono lagi. Umur darah disebutnya maksimal 35 hari.
Jadi, stok darah yang terlalu banyak dan melewati 35 hari akan rusak dan harus dimusnahkan. “Daripada dibuang atau dimusnahkan, lebih baik ditolak dan dijadwalkan ulang untuk pendonoran.”Sumartono juga menyebut saat ini masyarakat Surakarta memiliki kepedulian tinggi untuk membantu sesama dengan menyumbangkan darahnya. “Beda dengan 5 tahun lalu, saat kami harus giat mendorong masyarakat untuk menjadi donor,” jelasnya.
Sementara, untuk darah golongan A, B, dan AB, kata Sumartono, antara kebutuhan dan ketersediaan stok sudah berimbang, yaitu rata-rata 250 kantong per hari tiap jenis golongan darah. Pihaknya berupaya menjaga stok darah di kisaran seribu kantong per hari. “Kalau terlalu banyak malah susah,” katanya.
Ketua PMI Jawa Tengah Sasongko Tedjo menyebut PMI Solo sebagai PMI terbaik di Jawa Tengah karena mampu memenuhi kebutuhan darah di wilayahnya dan secara mandiri membiayai operasional. “Jawa Tengah saja hingga kini baru bisa memenuhi 98 persen kebutuhan darah per tahun, yang mencapai 330 ribu kantong darah,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
UKKY PRIMARTANTYO





