Ratusan Buruh Kesurupan, Paranormal Dipanggil  

TEMPO Interaktif, Subang - Ratusan karyawati PT Hyun Dong Indonesia yang berlokasi di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kesurupan. Untuk mengantisipasi korban kesurupan lebih banyak lagi, karyawan lain yang tidak kesurupan diliburkan.


Adapun buruh yang kesurupan dikumpulkan di sebuah ruang terbuka. Pihak perusahaan lalu memanggil beberapa paranormal di Kampung Wantilan untuk menyadarkan para buruh yang kesurupan tersebut.

Menurut Tita, salah seorang karyawati bagian menjahit, kesurupan yang terjadi sejak pukul 09.30 itu awalnya menimpa para pekerja di bagian penyeterika. "Lalu dengan cepat menjalar ke bagian cutting dan sewing," kata Tati. "Yang kesurupan tiba-tiba ada yang menangis, lemas, dan ada pula yang menjerit-jerit."

Kondisi tersebut sontak membuat suasana semua bagian di pabrik garmen asal Korea dengan mayoritas produksi ekspor itu gaduh. Para karyawan yang masih sadar langsung berhamburan ke luar area pabrik. "Kami takut ikut kesurupan," kata Wiwin.

Pimpinan perusahaan akhirnya meminta semua karyawan yang masih sadar keluar dari pintu gerbang pabrik. Para karyawan langsung diliburkan. "Manajemen terpaksa meliburkan karyawan," kata seorang staf personalia yang menolak disebutkan namanya.

Tempo yang berada di tengah-tengah lokasi pabrik merekam riuh-rendah kondisi karyawan di sana. Yang terserang kesurupan tak cuma yang berada di dalam ruang produksi, ketika masuk halaman pabrik pun banyak yang tiba-tiba menjerit-jerit dan langsung pingsan.

Mr. Bang, pemimpin PT Hyun Dong Indonesia, marah saat Tempo akan mengambil foto karyawati yang kesurupan. "Jangan foto, jangan foto di dalam pabrik. Ini pabrik milik kami. Kalau mau foto kamu harus punya surat izin dari pengadilan," ujarMr.bang dalam Bahasa Indonesia yang terpatah-patah. "Tolong panggil polisi!"

Dida, seorang warga dekat lokasi pabrik, menyebutkan dari jumlah 1.200 karyawan yang mengalami kesurupan tak kurang dari setengahnya dan semuanya perempuan. "Pimicu kesurupan mungkin akibat karyawan stres akibat bekerja dari pukul 07.00 hingga 21.00," katanya.

NANANG SUTISNA