foto

Foto: ibnlive.in.com

Flip, Matinya Sang Pelopor  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketika tahun lalu Cisco mengundang Tempo menghadiri peluncuran Flip Video, pertanyaan yang muncul di benak adalah mengapa Cisco mau berbasah-basah di pasar konsumen dengan sebuah kamera video mungil?

Jawaban Cisco saat itu tak jelas betul. Di sisi lain, kami justru telanjur kagum atas Flip, kamera video mungil yang pengoperasiannya amat sederhana. Apalagi saat itu, Cisco mengajak kami merasakan pengalaman dengan Flip melalui sebuah kontes pembuatan film pendek.

Flip, menurut kami, telah merevolusi cara orang memakai camcorder. Sayang, umurnya tak panjang. Ia gugur justru saat sedang berkembang.

Camcorder adalah perangkat yang tak terlalu cepat dan tinggi penetrasinya dibandingkan dengan kamera digital atau bahkan telepon seluler yang dilengkapi kamera. Suatu ketika, Canon pernah melakukan riset di Singapura, dan alasan publik yang kurang tertarik kepada camcorder adalah pengoperasiannya yang sulit.

Nah, Flip telah mengubah pandangan itu. Kamera ini begitu kompak dengan bentuk seperti ponsel. Memegangnya sama seperti Anda memegang ponsel dan memotret atau merekam video dengan kamera ponsel itu.

Demikian pula merekamnya. Cisco memasang tombol rekam yang cukup besar untuk ukuran jempol kita. Pilih objek atau kejadian, rekam, lalu matikan dengan tombol yang sama. Semudah itu.

Setelah itu--ini dia yang lebih menarik lagi--hasil rekaman bisa langsung dipindahkan ke komputer atau bahkan dibagi ke jejaring sosial secara cepat. Keluarkan colokan USB yang terselip di tubuhnya, lalu tusuk ke port USB di komputer.

Flip sudah memiliki peranti lunak FlipShare yang built-in di dalam kamera sehingga tak perlu mencari-cari cakram kompak untuk menginstalasinya. Malah, baru-baru ini Cisco memperbarui FlipShare dengan kemampuan membuat grup dan saling berbagi hasil rekaman di dalam grup itu.

Keunggulan-keunggulan inilah yang membuat Flip dan kemudian para pesaingnya melahirkan sebuah segmen baru di industri. Segmen itu dinamakan kamera "Shoot and Share" alias rekam dan bagikan.

Kemampuan itu pula yang membuat Flip dan kamera sejenisnya banyak disukai oleh mereka yang suka merekam secara instan dan cepat, secepat membagikannya ke mana saja. Contohnya, wartawan, narablog, pembuat film pendek, serta penggila situs berbagi video YouTube dan sejenisnya.

DEDDY SINAGA