foto

Boediono. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Boediono: Bencana Demografis Mengancam Indonesia  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Indonesia bisa dilanda bencana demografis dalam waktu satu hingga dua dekade mendatang. Bencana itu akan terjadi jika Indonesia tak bisa memanfaatkan momen saat proporsi penduduk usia produktif yang makin tinggi dibanding usia tak produktif, alias demographic dividend.


"Demographic dividend akan menjadi demographic disaster, kalau kita tidak menciptakan pekerjaan bagi penduduk usia produktif," ujar Wakil Presiden Boediono saat membuka Kongres Keenam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Ahad (24/4). "Kita ini ibarat kapal yang sedang mengarungi samudera bergejolak, tugas kita semua, penumpang kapal, untuk melewati badai dengan selamat dan mencapai tujuannya."

Indonesia, kata Boediono, bisa belajar dari pengalaman buruk negara lain yang tak bisa memanfaatkan kesempatan bagus tersebut. Pemerintah, pengusaha, buruh, harus mengerahkan segenap upayanya untuk menciptakan lapangan kerja bagi mereka, puluhan juta orang generasi muda yang memasuki usia produktif dalam 10-20 tahun ke depan. "Kemitraan yang efektif harus kita bangun untuk menjawab tantangan itu, dan tidak banyak waktu yang tertinggal," tuturnya.

Pemerintah, katanya, wajib mengerjakan apa yang ada dalam lingkup kewenangannya. Misalnya, memastikan investasi benar-benar menciptakan lapangan kerja, memperbaiki infrastruktur, menurunkan biaya logistik, dan membenahi peraturan yang menghambat bisnis.

Di bidang tenaga kerja, adalah tugas bersama pula untuk menyeimbangkan 2 sasaran utama, yakni perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan buruh yang sudah bekerja, serta penciptaan lapangan kerja bagi mereka yang masih menganggur. "Saya yakin kita bisa mengatasi masalah itu, dan kapal selamat dari badai," ucapnya.

BUNGA MANGGIASIH