Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta. TEMPO/ Novi Kartika
Topik
Kepulauan Seribu "Diserang" Sampah
TEMPO Interaktif, Jakarta -Sampah menggunung hingga 100 ribu ton dalam empat hari di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
"Itu terhitung sejak 21-25 April," kata Pelaksana Harian Lurah Untung Jawa Eko Suroyo hari ini.
Sampah-sampah itu, kata Eko, memenuhi sekitar satu mil dari bibir pantai sepanjang 20 meter. Sampah yang terdiri dari beragam jenis, mulai dari plastik hingga dedaunan berasal dari Perairan Bekasi, Marunda, dan Indramayu terbawa ke Pulau Untung Jawa. "Angin timur membawa sampah memenuhi sisi selatan dan timur pulau."
Sampah-sampah itu tak hanya menumpuk di Pulau Untung Jawa, tapi juga memenuhi Pulau Rambut yang tak jauh letaknya dari Pulau Untung Jawa. Di Pulau ini berdiam ratusan spesies burung. "Pulau Pari juga ada sampah."
Kelurahan telah mengerahkan sedikitnya 100 warga ditambah anggota Pramuka untuk mengangkut sampah-sampah itu. Namun tenaga tak sebanding dengan besarnya volume sampah.
Menumpuknya sampah ini berimbas pada aktivitas nelayan di pulau itu. Sampah-sampah menyulitkan laju perahu dan membuat ikan bergerak lebih ke tengah laut, semakin jauh dari jangkauan perahu nelayan.
"Serangan" sampah ke Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut ini agaknya akan terus berlangsung karena angin timur yang membawa sampah akan terus bertiup hingga September. Kepala Sub Bidang Cuaca Ektrem Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Kukuh Rubianto mengatakan angin timur berembus dengan kecepatan 10 knot per jam. "Angin timur adalah angin transisi dari musim penghujan ke musim kemarau."
Angin ini akan menciptakan gelombang yang membawa sampah dari perairan barat ke wilayah timur. Sampah yang terbawa inilah yang menumpuk di Pulau Untung Jawa.
DWI RIYANTO AGUSTIAR





