foto

Boediono. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Boediono: Harus Keras Bersaing di Perdagangan Bebas  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengemukakan beberapa alasan mengenai pentingnya mendukung perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) tumbuh dan berkembang di antara negara ASEAN atau negara berkembang lainnya. "Bisa memperdalam jaringan produksi melalui perdagangan FTA dan liberalisasi investasi," katanya dalam pidato dalam acara Seminar The Asia News Network "The Strategic Balance in Asia: Cooperation & Competition" di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (26/4).

Menurut Boediono, perjanjian perdagangan bebas diperlukan untuk meningkatkan daya saing internasional melalui eksploitasi skala ekonomi. Selain itu, merupakan respons bertahan menghadapi ekonomi regional Eropa dan Amerika Utara dalam rangka meningkatkan daya saing dan menumbuhkan dukungan di isu perdagangan global. Juga bisa menjadi jaminan melawan lambatnya kemajuan Doha.

"Saya tahu masih ada sengketa wacana teoretis, tapi kenyataannya FTA dipandang sebagai pelengkap buildingblocks melanjutkan liberalisasi multilateral dan cakupan WTO-plus," kata Boediono.

Saat ini, tak ada negara mampu tetap terisolasi dari tren saling ketergantungan ekonomi satu sama lain tanpa menderita kerugian. Di sisi lain, Indonesia juga harus mengenali perbedaan antar-negara- dan memastikan semua langkah yang diperlukan harus diambil untuk mencegah tumbuhnya kesenjangan ekonomi kompetitif dan sebaliknya.

"Indonesia harus bekerja lebih keras meningkatkan daya saing nasional kita dengan menghilangkan hambatan, memperbaiki infrastruktur, membasmi korupsi, dan meningkatkan efektivitas birokrasi," kata Boediono.

Untuk tingkat daerah di negara-negara ASEAN juga harus lebih terintegrasi, menyelaraskan atau memperkenalkan aturan-aturan dan hukum di tingkat regional.

MUNAWWAROH