Marwan Effendy. TEMPO/ Wahyu Setiawan
Infografis
Jamwas: dari Dulu Kepala Daerah Jadi ATM Jaksa
TEMPO Interaktif, Jakarta - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Marwan Effendy, menilai ketakutan kepala daerah kepada jaksa menjadi lahan yang lumrah. Dia menduga ketakutan itu membuat banyak kepala daerah menjadi mesin ATM para jaksa. "Kalau tujuh puluh bupati jadi ATM, itu klasik, dari dulu ya begitu," kata Marwan Effendy di Kejaksaan Agung, Kamis, 28 April 2011. "Memang, para bupati dan walikota pada takut sama jaksa."
Marwan menilai, ketakutan bupati atau walikota terhadap jaksa di daerah mungkin disebabkan oleh keterlibatan kepala daerah dalam sebuah proyek. Di sisi lain, Marwan menduga jaksa di daerah sudah melakukan perlawanan berupa penolakan main mata dengan kepala daerah yang tengah terlibat proyek. "Jadi semacam perlawanan balik karena ada keterlibatan mereka. Mereka tudinglah jaksanya," kata Marwan.
Marwan mengakui, selama ini bagian pengawasan sering mendapat aduan dari masyarakat mengenai ulah jaksa. "Kalau ada data yang lengkap, bagaimana, jaksanya siapa, daerah mana, kapan itu terjadi, silakan adukan," katanya.
Sebelumnya, Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat menerima pengaduan soal aksi kotor para jaksa di daerah. Sebagian jaksa dilaporkan memeras kepala daerah, baik yang sedang terhimpit kasus maupun tidak.
ISMA SAVITRI





