foto

Bank BTN

Peningkatan Laba BTN Tertahan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Lantaran melakukan ekspansi usaha dengan membuka ratusan cabang baru, peningkatan laba bersih PT Bank Tabungan Negara Negara (Persero) tertahan. BTN mencatat laporan tak teraudit kuartal pertama 2011 mencapai Rp 245 miliar, lebih tinggi Rp 4 miliar dibanding perolehan laba kuartal yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro, mengatakan bahwa ada dua hal utama yang menyebabkan peningkatan laba tertahan. Pertama lantaran biaya simpanan (cost of fund) yang meningkat. “Bunga dana naik tapi bunga kredit tidak,” kata Iqbal di Jakarta pada Kamis 28 April 2011.

Kedua, sebab BTN melakukan ekspansi usaha dengan membuka ratusan cabang kas. Iqbal optimistis ekspansi tersebut secara jangka panjangan akan meningkatkan laba BTN “Peningkatan laba akan terasa di kuartal-kuartal berikutnya,” kata Iqbal.

Sementara dari sisi kredit, BTN membukukan pertumbuhan. Kredit pada 2011 mencapai Rp 53,39, meningkat 23,78 persen dari total kredit pada kuartal yang sama tahun lalu. Iqbal mengatakan bahwa 90,5 persen kredit tersebut diserap oleh kredit perumahan, sementara sisanya non perumahan.

BTN juga mencatatkan peningkatan pada aset. Kuartal pertama 2011 BTN membukukan aset sebesar Rp 70,2 triliun, meningkat 25 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Iqbal mengatakan bahwa dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan. Pada kuartal I 2011, BTN menghimpun dana publik sebesar Rp 48,4 triliun, meningkat dari Rp 37,85 triliun tahun lalu.

Iqbal mengatakan bahwa BTN pada 2011 tetap berfokus pada pemberian kredit perumahan. Dan pada waktu yang sama meningkatkan porsi kredit non-perumahan.

ANANDA BADUDU