foto

Norman Kamaru. ANTARA/Dhoni Setiawan

Norman Kamaru Diminta Pulihkan Kepercayaan Warga Buol  

TEMPO Interaktif, Palu - Perkumpulan kekerabatan warga Buol yang ada di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, meminta Markas Besar Kepolisian RI mendatangkan polisi “Chaiyya-chaiyya”, Brigadir Satu Norman Kamaru. Kamaru diharapkan bisa memulihkan kepercayaan masyarakat Buol terhadap polisi yang saat inii sangat rendah.

“Mayoritas warga Buol masih trauma berat bila melihat polisi. Mungkin saja kehadiran Briptu Norman Kamaru bisa menghilangkan trauma masyarakat kepada polisi," kata Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB), Ahmad Rasyid, Kamis, 28 April 2011.

Ahmad Rasyid mengatakan hingga kini masyarakat Kabupaten Buol belum percaya kepada polisi sehingga dibutuhkan cara-cara tertentu untuk membangkitkan kepercayaan itu. Warga Buol juga sudah enggan melaporkan persoalan yang berhubungan dengan keamanan. “Warga enggan melaporkan ke polisi jika ada suatu kejadian. Di lain pihak, polisi juga masih trauma karena jika salah bertindak bisa memicu bentrok lagi,” ujarnya.

Menurut Ahmad Rasyud, kehadiran Norman Kamaru di Buol mungkin sedikit mengobati rasa dendam mereka terhadap polisi. Apalagi Buol dengan Gorontalo asal Norman masih satu rumpun dan satu dialek bahasa. “Warga Buol lebih banyak berdiam di Gorontalo ketimbang di Palu karena memang lebih dekat ke Gorontalo ketimbang ke Palu, “ katanya.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Dewa Parsana, mengaku akan menampung semua masukan dari masyarakat yang tujuannya untuk membangun Buol pascabentrok. "Ini membutuhkan penanganan yang komprehensif. Masyarakat dan polisi harus kerja sama untuk membangun Buol," katanya.

Kasus Buol yang menewaskan tujuh warga sipil itu dipicu meninggalnya Kasmir Timumun di dalam tahanan Markas Kepolisian Sektor Biau karena diduga disiksa polisi pada akhir Agustus 2010. Kematian itu memicu amarah ribuan warga Buol hingga akhirnya terjadi bentrok yang menyebabkan tewasnya tujuh warga sipil.

Saat ini ada tiga polisi masih menjalani proses persidangan pidana terkait meninggalnya Kasmir Timumun dan tertembaknya salah satu warga Buol bernama Ikhsan Mangge.

DARLIS