Cipaganti Rental, Bandung. TEMPO/Prima Mulia
Infografis
Cipaganti Diminta Laporkan Akuisisi
TEMPO Interaktif, Balikpapan – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan, Kalimantan Timur, meminta PT Cipaganti Inti Resources melaporkan akuisisi sembilan perusahaan batu baranya. “Sesuai ketentuannya, akuisisi harus lapor KPPU atau koordinasi,” kata Kepala Kantor KPPU Balikpapan, Anang Trioyono, Jumat , 29 April 2011.
Cipaganti akan mengakuisisi sejumlah perusahaan batu bara, di antaranya Koperasi Paser Bolum Taka, PT Inti Jaya Prima Coal, PT Borneo Resources Persada, PT Citra Inti Jaya, PT Cipaganti Energy Resources, PT Jayakhisma Globe Indonesia, PT Maesa Persada Jaya, PT Adas Abadi, dan CV Temiang.
Anang mengatakan Undang Undang Persaingan Usaha mengatur perlindungan bagi seluruh konsumen. Penguasaan satu perusahaan oleh perusahaan lain, menurutnya bisa memancing praktek monopoli maupun kartel harga batu bara di pasaran.
“Nanti masyarakat juga yang musti menanggung kenaikan harga harga terimbas kenaikan batu bara,” ujarnya.
KPPU Balikpapan, kata Anang, nantinya akan menelaah rencana akuisisi Cipaganti tersebut pada sejumlah perusahaan di Kalimantan Timur. Menurutnya, KPPU berhak membatalkan atau meneruskan proses akuisisi tersebut sesuai hasil telaah proses pelaksanaanya.
Anang berencana meminta keterangan perwakilan Cipaganti sehubungan rencana akuisisi perusahaan-perusahaan ini. Dia juga memanggil sembilan perusahaan batu bara yang berencana bergabung dalam manajemen Cipaganti Group.
Cipaganti Group masuk bisnis pertambangan batu bara dengan pembukaan lokasi pit eksploitasi di area Penajam Paser Utara Kalimantan Timur.
Perusahaan yang semula mengandalkan jasa travel dan rental peralatan berat ini secara resmi mulai mengirimkan 45 ribu metrix ton batu bara dari konsesi izin usaha pertambangan Penajam Paser Utara.
Lewat sembilan izin usaha pertambangan, Cipaganti menargetkan perusahaanya sudah mampu menambang 250 ribu metrix ton batu bara setiap bulannya.
Cipaganti Group sejak 2008 silam sudah berancang-ancang masuk bisnis pertambangan batu bara lewat jasa rental peralatan beratnya. Namun, investasinya tertunda menyusul krisis global melanda Indonesia dan dunia pada 2009.
SG WIBISONO





