Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao. TEMPO/Tony Hartawan
Realisasi Investasi Cina Belum Terlihat Sekarang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan rencana Cina untuk menanamkan investasi baru di Indonesia hingga US$ 10,4 miliar baru bisa dilihat implementasinya dalam 1-2 tahun mendatang.
"Karena selama ini kita banyak teken kerjasama dengan Cina tapi tidak ada realisasinya," ujar Sofjan saat dihubungi Tempo, Ahad, 1 Mei 2011.
Karena baru sebatas rencana, Sofjan tak bisa memprediksi apakah investasi Cina nantinya bisa secara signifikan membangun perekonomian Indonesia khususnya di bidang industri.
Dia menilai, Cina seharusnya membangun pabrik-pabrik untuk memberi nilai tambah terhadap barang-barang yang biasa diimpor oleh Cina, seperti membangun pabrik mesin tekstil ataupun furniture untuk rotan, maupun pabrik komponen. "Ini supaya ada balance trade antara Indonesia dengan Cina," ujarnya.
Jika Cina mau membangun pabrik pembuatan atau pengolahan barang-barang industri, lanjutnya, maka produksi barang bisa memiliki nilai tambah dan tentunya bisa menciptkan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
ROSALINA





