foto

Tim SAR bersiap menyisir perairan Bengawan Solo setelah tenggelamnya erahu tembo di Desa Sukoharjo, Kec. Kalitidu, Bojonegoro, jatim (2/5). ANTARA/Aguk Sudarmojo

Tiga Korban Perahu Tenggelam Belum Ditemukan

TEMPO Interaktif, Bojonegoro - Tiga korban perahu tenggelam di perairan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, hingga Senin siang, 2 Mei 2011, belum ditemukan.

Ketiga korban tersebut masing-masing Uswatun Khasanah,13 tahun, Yana Oktaviani, 14 tahun, dan Fety May Nurhidayat, 14 tahun. Mereka adalah siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Bojonegoro.

Tiga korban warga Desa Padang, Kecamatan Trucuk, itu ikut dalam perahu yang ditumpanginya menyeberang menuju Desa Sukohardjo, Kecamatan Kalitidu.

Perahu yang dikemudikan Wiji itu tenggelam pada Senin pagi, 2 Mei 2011, sekitar pukul 06.10 WIB. Saat itu terdapat belasan penumpang lainnya.

Menurut Purwati, tiga korban itu dikenalnya karena bersekolah di tempat suaminya, Agus Setiawan, mengajar.

Saat kejadian, Purwati dan suaminya sedang melewati jalan tak jauh dari Sungai Bengawan Solo. Purwati sempat melihat perahu tenggelam dan belasan penumpang berusaha menepi. “Di antaranya tiga murid suami saya,“ ujarnya.

Namun, saat kejadian kondisi di pinggir Bengawan Solo masih sepi. Selain itu, airnya sedang pasang, sehingga orang takut memberikan pertolongan. Perlu diketahui, saat pasang, kedalaman sungai rata-rata mencapai 13 meter.

Selain tiga korban tersebut, juga terdapat Nurul Wijayanti dan Sriparti, siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Bojonegoro.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih terus melakukan kontak dengan tiga Posko pemantauan bencana perahu tenggelam, yaitu Posko di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Posko di Desa Padang dan Desa Mori, Kecamatan Trucuk.

Sunarto, staf di Posko Desa Sukoharjo, mengatakan kemungkinan masih ada siswa lainnya yang menjadi korban. ”Koordinasi masih terus kami lakukan,” ucapnya.

Sementara itu, data di BPBD Bojonegoro mencatat, debit air Bengawan Solo terus meningkat. Angka di papan duga pada pukul 10.00 WIB, ketinggian air 14.29 phielschaal (di atas permukaan air laut). Pukul 11.00 WIB naik menjadi 14.36 phielschaal. Kemudian pukul 12.00 WIB menjadi 14.48 phielschaal.

Komandan Kodim Bojonegoro Letnan Kolonel Taufik Risnendar mengatakan, timnya ikut turun bersama dengan Brimob Polda Jawa Timur, SAR, juga Pemerintah Bojonegoro. ”Kami siap melakukan kontak untuk upaya penyelamatan, kapan saja,” ucapnya.

Berdasar data terbaru yang dihimpun Tempo, jumlah penumpang yang bisa diidentifikasi sebanyak 34 orang. Sebanyak 22 orang berhasil ditemukan, dan satu di antaranya Darsih, warga Desa Padang, meninggal dunia.

Jenazahnya sempat disemayamkan di RSU Wahyu Tetuko Bhayangkara Polres Bojonegoro. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian sebanyak 12 orang.

Ratusan orang memadati Posko Sukoharjo. Tak jauh dari lokasi tenggelamnya perahu itu juga tampak empat mobil, di antaranya mobil Brimob dan mobil Forensik Polda Jawa Timur. Juga disiagakan dua mobil ambulans.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus menambah jumlah perahu, dari lima unit menjadi delapan unit.

Terdapat lima perahu yang biasanya melayani penyeberangan di perairan Bengawan Solo.

SUJATMIKO