TEMPO/Tony Hartawan
Infografis
Pom Bensin Asing Adu Cepat Bujuk Pelanggan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bisnis bahan bakar minyak nonsubsidi tampaknya semakin menggiurkan di mata pom bensin asing. Apalagi pemerintah tengah gencar menyeru masyarakat beralih dari bahan bakar bersubsidi jenis Premium ke Pertamax, yang notabene tak mendapat subsidi.
Senin lalu, Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 9.050. Untuk jenis oktan yang sama, Shell, pom bensin asing asal Belanda, menetapkan harga serupa. Sedangkan PT Total Oil Indonesia, pom bensin asal Prancis, mematok Rp 50 lebih murah ketimbang harga kedua perusahaan itu.
Meski harga yang dipatok untuk Jakarta serupa dengan harga Pertamax, Shell mengklaim unggul dalam pelayanan konsumen. Selain layanan standar, seperti menyediakan minimarket dan pompa bensin berkecepatan tinggi, Shell menyiapkan layanan pencucian kaca dan pengisian angin gratis.
Shell setidaknya memiliki 50 gerai di seluruh Indonesia. Sebanyak 44 unit di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sedangkan 6 gerai lagi di Jawa Timur. "Kami berusaha memastikan ketersediaan bahan bakar untuk pelanggan," kata Media Relations Manager Shell Indonesia Sri Wahyu Endah di Jakarta, Selasa 3 Mei 2011.
PT Total Oil Indonesia pun tak mau ketinggalan. "Tentu saja Total terus memberikan pelayanan dan kualitas terbaik bagi konsumen kami," kata Manager Brand and Communication Total Oil Indonesia, Rulianti Syahrul.
Bahkan Total berniat menambah pom bensin setidaknya 7 unit tahun ini. Sehingga sampai akhir tahun, Total akan memiliki 15 unit di Indonesia: 8 unit di Jakarta dan sekitarnya. Minimal dibutuhkan dana US$ 2 juta untuk membangun satu unit. Artinya Total menyiapkan US$ 14 juta untuk ekspansi tahun ini.
GUSTIDHA BUDIARTIE





