Tentara Thailand berjaga-jaga di propinsi Sri Sak Ket, di perbatasan antara Thailand dan Kamboja (9/2). REUTERS/Sukree Sukplang
Topik
Infografis
Kamboja Minta Pengadilan Internasional Selesaikan Sengketa Perbatasan
TEMPO Interaktif, Denhag - Frustrasi karena pertikaian perbatasan dengan tetangganya, Thailand, tak kunjung selesai, Kamboja akhirnya memilih jalan meminta bantuan pengadilan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Negara itu meminta pengadilan internasional memerintahkan Thailand menarik tentaranya dan menghentikan aktivitas militer mereka di sekitar kuil yang menjadi lokasi sengketa.
Dalam permohonan yang diajukan 28 April lalu dan muncul di situs pengadilan hari ini, Selasa 3 Mei 2011, Kamboja meminta hakim pengadilan internasional menyepakati permohonan tersebut terkait situasi yang sudah gawat di perbatasan kedua negara.
Sengketa soal perbatasan telah memicu pertempuran antara Kamboja dan Thailand dalam beberapa pekan terakhir. Baku tembak tersebut bahkan menyebabkan 16 tentara dan satu warga sipil Thailand tewas. Kamboja mengklaim, berdasarkan peraturan yang dikeluarkan pengadilan pada 1962, kuil itu milik mereka. Negara itu juga memperingatkan menolak intervensi dan akan melanjutkan pertempuran jika tidak ada penyelesaian dari PBB.
STRAITS TIMES | SUNARIAH





