Topik
PMI Jember Dirikan Sekolah Siaga Bencana
TEMPO Interaktif, Jember - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mendirikan Sekolah Siaga Bencana (SSB).
Ketua PMI Jember Sandi Suwardi Hasan mengatakan, pendirian SSB dilakukan karena Kabupaten Jember termasuk salah satu daerah rawan bencana alam di Provinsi Jawa Timur.
"Secara kelembagaan, SSB menjadi kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, dan secara kurikulum, dimasukkan dalam pelajaran IPS terpadu," kata Sandi usai peresmian SSB di Aula PMI Jember, Selasa, 3 Mei 2011.
Sandi menambahkan, PMI Jember telah menyiapkan kurikulum dan tenaga pengajar untuk SSB.
Kurikulum akan disesuaikan dengan tingkat pendidikan murid, mulai dari tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah, SMP dan Madrasah Tsanawiyah, serta SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.
"Materi dasar seperti pertolongan pertama, pelestarian lingkungan, sama. Sedangkan materi lain, seperti evakuasi korban bencana, dan lain-lain disesuaikan tingkat pendidikan,” urai Sandi.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Dispendiknas) Kabupaten Jember Achmad Sudiyono yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, menyatakan dukungannya terhadap keberadaan SSB.
Menurut Achmad Sudiyono, Dispendiknas juga menyiapkan dana sekitar Rp 200 juta untuk peralatan pertolongan pertama dan latihan siaga bencana di sekolah.
"Prioritas tahun ini untuk sekolah di daerah rawan bencana alam," papar Achmad Sudiyono.
Sebelumnya, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB)Jember,menetapkan sebanyak 17 dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember rawan terjadi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Di antaranya Kecamatan Panti, Silo, Tanggul, Sukorambi, Arjasa, Jelbuk, Mumbulsari, Jenggawah, Tempurejo, dan Kecamatan Kencong.
Beberapa kecamatan rawan bencana itu berada di bawah pegunungan Hyang Argopuro dan hutan Baban Silosanen. Sekitar 33.370 hektare areal hutan lindung di dua kawasan tersebut gundul akibat pembalakan liar.
Meski telah ditanami kembali dalam dua tiga tahun terakhir, namun akar tanaman itu tidak kuat menahan air.
"Jika hujan deras seperti sekarang turun terus selama empat jam saja, bisa dipastikan terjadi banjir yang disertai tanah longsor di kawasan rawan itu," ucap Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Jember, Edy Budi Susilo. MAHBUB DJUNAIDY.





