foto

Marty Natalegawa. AP/Achmad Ibrahim

Marty Kritik Negara-negara Afrika Soal Perompak Somalia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengkritik negara-negara Afrika di sekitar Somalia yang cenderung tak peduli pada maraknya perompakan. "Kurang terlihat upaya dari negara di sekitar Somalia," ujarnya seusai mengantar Wakil Presiden Boediono meninjau lokasi Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Balai Sidang Jakarta, Rabu 4 Mei 2011.

Menurutnya, banyak tanggapan justru datang dari negara-negara yang lebih jauh, tapi mengirimkan pasukan ke perairan Somalia. Misalnya, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan India.

Menurut Marty, masalah pembajakan atau perompakan kapal itu akan dibahas dalam KTT ASEAN. "Indonesia, Malaysia, dan Singapura akan memberikan contoh kasus dalam menangani masalah di Selat Malaka," ucapnya. "Ini sangat dipedulikan oleh Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), dan akan dibawa ke KTT ASEAN."

Pada dekade lalu, pembajakan kapal sempat marak di Selat Malaka. Tahun 2004 tak kurang dari 38 kasus perompakan terjadi. Tahun berikutnya, patroli bersama ketiga negara mulai diintensifkan, sehingga angka kasus terus menurun.

Tahun 2006 ada 11 kasus, 2007 terdapat tujuh perkara, tahun 2008 ada dua kasus, dan 2009 terjadi satu pembajakan. Dan akhirnya, aksi para lanun bisa dihentikan sama sekali.

Soal 13 warga negara Indonesia yang kini terjebak dalam kapal MT Gemini yang dibajak perompak Somalia belum lama ini, kata Marty, pemerintah terus bekerja sama dengan Pemerintah Singapura untuk membebaskan mereka.

BUNGA MANGGIASIH