Kapal MV Sinar Kudus
Topik
Ekonomi Global Rugi Rp 129 Triliun Akibat Lanun Somalia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga konsultan strategik ekonomi dan politik Geopolicity yang bermarkas di Amerika memprediksi kerugian ekonomi dunia akibat aksi lanun Somalia mencapai Rp 129 triliun. Pemimpin Geopolicity Petrus Middlebrook mengatakan jumlah tersebut merupakan dua kali lipat dari kerugian tahun lalu yang mencapai Rp 71,38 triliun. "Keuntungan perompak naik 70 persen pada 2015," katanya.
Menurut Petrus, jumlah lanun somalia mencapai 1.500 orang. Setiap tahun jumlah perompak bertambah 400 orang. Setiap lanun diperkirakan mendapatkan pendapatan dari pembajakan mencapai Rp 679,4 juta.
Kata Petrus, kesenjangan pendapatan di antara perompak menyebabkan lanun yang berpenghasilan kecil menyebar. Akibatnya, aksi mereka meluas. Lanun Somalia mengendalikan daerah laut seluas 250 mil persegi. Luas itu naik dua setengah kali lipat dibanding luas laut dua tahun lalu yang mencapai 100 mil persegi.
Biro Maritim Internasional merilis data jumlah aksi lanun hingga April lalu yang mencapai 142 serangan. Adapun aksi lanun Somalia mencapai 95 serangan. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu serangan lanun Somalia mencapai 35 serangan. Menurut laman Asian Ship Owner Forum, selama semester dua tahun lalu lanun Somalia telah menyerang 100 kapal, menyandera 544 awak dari 27 kapal.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Laksamana Muda Iskandar Sitompul, banyaknya lanun diakibatkan negara Somalia yang masih gonjang-ganjing. Suksesnya lanun Somalia, kata Iskandar, bersumber pada rapinya aksi mereka. "Perompak Somalia terorganisasi," katanya di Jakarta, Ahad 1 Mei 2011.
Iskandar mengatakan lanun Somalia membagi kerja dalam satu pembajakan. "Yang menyandera, negosiasi, memegang rudal, tim sendiri-sendiri," ujarnya.
Aksi lanun somalia bisa mengakibatkan kerugian ekonomi bagi Indonesia. Karena itu, Iskandar mengimbau kapal pelayaran yang membawa barang melewati perairan Somalia sebaiknya tidak sendiri. "Sebaiknya bersama kapal lain," katanya.
Iskandar berharap pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat memberikan izin tentara mengawal pelayaran kapal Indonesia yang melewati perairan yang rawan perompakan. "Kami membantu sesuai dengan permintaan. Kalau pemerintah dan DPR setuju, kami siap mengawal," katanya lagi.
Lanun Somalia telah berhasil mendapatkan duit lebih dari Rp 38,7 miliar pada 1 Mei lalu. Uang tersebut didapatkan setelah mereka membebaskan 20 awak Kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk yang disandera sejak 16 Maret lalu.
AKBAR TRI KURNIAWAN





