foto

TEMPO/Seto Wardhana

Pembekuan ''Wealth Management'' Tak Berdampak pada BCA  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Direktur Utama Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja, mengatakan pembekuan layanan wealth management dan priority banking tak banyak memberi dampak pada BCA. “Relatif tidak ada dampak,” kata Jahja di Jakarta, Rabu 4 Mei 2011.

Jahja mengungkapkan saat ini ada sekitar 200 nasabah yang menggunakan layanan jasa wealth management BCA dengan niai portofolio Rp 2 triliun. Sementara, untuk priority banking, Jahja mengatakan BCA memiliki sekitar 90 ribu nasabah. “Portofolio priority lebih dari Rp 50 triliun. Saya lupa angkanya,” kata Jahja.

Ia menerangkan, nasabah wealth management adalah nasabah yang memiliki rekening minimal Rp 2 miliar. Sementara, priority banking adalah nasabah yang memiliki rekening minimal Rp 500 juta. Bedanya dengan priority banking, nasabah wealth management secara khusus didampingi bankir BCA yang akan memberi nasihat-nasihat dalam mengelola uang.

Menurut Jahja, angka pertumbuhan nasabah priority banking BCA tak terlampau pesat dari waktu ke waktu. Ia pun menilai pembekuan layanan selama satu bulan tak akan banyak mempengaruhi BCA. “Angka nasabah prioritas itu stagnan di 90 ribu,” ucapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melarang 23 bank menghimpun nasabah baru wealth management dan priority banking. Larangan itu berlaku selama satu bulan terhitung sejak 1 Mei 2011.

Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan Perbankan Halim Alamsyah meminta ke-23 bank tersebut memperbaiki kebijakan, standard operating procedure, dan pengawasan internal. “Pada waktunya BI akan mengevaluasi kualitas pelayanan tersebut,” kata Halim

Jahja mengatakan BCA siap mengikuti instruksi BI. BCA akan menggunakan tenggat selama satu bulan untuk memeriksa sistem. “Kalau ada kelemahan kami tinjau. Setelah satu bulan, kami melapor ke BI,” ujarnya.

ANANDA BADUDU