Satpam merazia mahasiswa yang memasuki halaman kampus II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar di Gowa, Sulsel (20/9). TEMPO/Kink Kusuma Rein
Topik
Cegah Bentrokan, Mahasiswa Universitas 45 Dirazia
TEMPO Interaktif, Makassar - Petugas pengamanan kampus Universitas 45 Makassar merazia mahasiswa untuk mencegah bentrokan antarfakultas. "Razia ini perintah dari pihak yayasan dan rektorat," kata petugas keamanan, Suriadi, kemarin.
Informasi akan terjadinya bentrokan ini sudah beredar dalam satu pekan terakhir. Kabar itu datang dari seorang mahasiswa melalui pesan pendek yang berisi ancaman dari salah satu fakultas yang ditujukan ke fakultas lain.
Sebelumnya, muncul kabar akan ada saling serang antara mahasiswa fakultas teknik, hukum, dan ekonomi. Pihak yayasan dan rektorat langsung memerintahkan melakukan razia kepada mahasiswa dan tamu kampus.
Pelaksanaan razia dilakukan di gerbang masuk kampus. Pintu kampus dijaga ketat oleh anggota pengamanan kampus yang menggeledah setiap mahasiswa. Tapi, petugas tidak menemukan satu pun senjata tajam.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas 45, Muhammad Natsir Abduh, mengatakan pelaksanaan razia ini bertujuan mencegah terjadinya bentrokan. Sebab, banyak isu tersebar melalui pesan pendek. "Kalau ada senjata tajam atau minuman keras yang ditemukan, mereka akan dipecat," kata Natsir.
Melus, salah satu mahasiswa Fakultas Sosial-Politik, mengatakan informasi saling ancam antarfakultas ini muncul sejak Jumat pekan lalu. Informasi bentrokan itu bukan hanya antarfakultas, tapi juga antaretnis. "Saling ancam ini awalnya antarfakultas, tapi berubah ke etnis," katanya.
Mahasiswa Fakultas Teknik, Abri, mengatakan informasi saling ancam itu tidak benar. "Itu hanya isu yang sengaja diembuskan. Ada orang yang ingin memprovokasi mahasiswa. Kami saling sapa, saling mengunjungi dengan fakultas lain," kata Abri.
Mahasiswa Universitas 45 sering terlibat bentrokan antarfakultas. Tapi, kondisi di kampus itu sebenarnya cukup kondusif akhir-akhir ini.
SAHRUL





