Ilustrasi.
Topik
Sepuluh Santriwati Darul Jihad Keracunan
TEMPO Interaktif, Pamekasan - Polisi sementara menyimpulkan penyebab keracunan sepuluh santriwati Pondok Pesantren Darul Jihad Cendana di Kecamatan Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, karena mengkonsumsi minuman sari buah kemasan Buavita yang sudah kedaluwarsa.
"Kita sudah periksa, ternyata Buavita yang dijual di kantin pesantren ada yang sudah kedaluwarsa sejak 2010 lalu," kata Kepala Polsek Kadur, Ajun Komisaris Muhammad Syakrani, kepada wartawan, Rabu, 4 Mei 2011.
Syakrani mengatakan beberapa minuman kedaluwarsa tersebut hingga saat ini masih disimpan oleh keluarga korban untuk dijadikan barang bukti.
Siti Hotijah, salah seorang korban keracunan, mengaku meminum Buavita kedaluwarsa tersebut pada Selasa kemarin. Awalnya tidak ada masalah, Siti juga masih sempat sekolah meski saat itu kepalanya mulai terasa pusing.
"Baru tadi pagi saya muntah-muntah dan pusing. Ternyata ada teman saya juga. Kami semua dibawa ke puskemas," ujarnya.
Seorang perawat di Puskesmas Kadur, Alfanuri, mengatakan kondisi delapan dari sepuluh korban keracunan membaik setelah mendapat perawatan sehingga langsung dibawa pulang. "Hanya dua korban yang parah sehingga harus rawat inap," ujarnya.
MUSTHOFA BISRI





