foto

TEMPO/Dasril Roszandi

Asuransi Sinarmas Target Laba Rp 1 Triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas (AJS) mencatatkan laba bersih pada 2010 mencapai Rp 542 miliar, tumbuh 133 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun 2011, AJS menargetkan laba tersebut tumbuh sekitar 100 persen.

“Optimistis akhir tahun tembus Rp 1 triliun,” kata Direktur AJS, Sugeng Wibowo, di Jakarta pada Kamis 5 Mei 2011, sore tadi. Sementara, untuk kuartal pertama AJS melaporkan perolehan laba sebesar Rp 307 miliar.

Sugeng mengatakan bahwa ada dua hal utama yang mendorong peningkatan laba tersebut. Pertama adalah penjualan produk asuransi dan kedua investasi.

Pada 2010, dengan 483 ribu pemegang polis, AJS mencatat capaian pendapatan premi sebesar Rp 9,2 triliun, meningkat 31 persen dibanding tahun sebelumnya. “Pembayaran klaim sekitar Rp 6 triliun,” kata Sugeng.

Pada kuartal pertama 2011, AJS membukukan perolehan premi sebesar Rp 3,24 triliun. “Tahun ini kami targetkan pertumbuhan pendapatan premi sebanyak 50 persen,” ucap Sugeng. Pemegang polis pun meningkat di kuartal ini, bertengger di angka 485 ribu. Penjualan produk ASJ pada 2010 didominasi oleh produk unit link sebesar 80 persen.

Sugeng mengatakan pada 2011 ASJ akan berupaya meningkatkan angka pemegang polis dengan cara membuat banyak produksi asuransi baru. Produk asuransi ASJ menyasar masyarakat dari semua kalangan. “Kami buat yang mikro hingga jumbo. Untuk masyarakat menengah ke bawah hingga kaya raya,” kata Sugeng.

Sementara dari sisi aset, Sugeng melaporkan pada 2010 aset AJS mencapai Rp 11,45 triliun, tumbuh 46 persen dari 2009. Dan aset di kuartal pertama 2011 mencapai Rp 12,3 triliun.

Sugeng optimistis AJS dapat mencapai target perolehan laba Rp 1 triliun tersebut. Salah satu alasannya adalah pada tahun ini AJS melakukan aksi korporasi, menjual 50 persen saham pada perusahaan asuransi asal Jepang, Mitsui Sumitomo Insurance Group.

Sugeng mengatakan jika penjualan saham tersebut terealisasi, maka AJS akan mendapat tambahan modal sebesar Rp 7 triliun. “Tinggal tunggu persetujuan menteri keuangan,” kata Sugeng. Saat ini, seluruh saham AJS dimiliki oleh PT Sinarmas Multi Artha.

ANANDA BADUDU