foto

Tambang Batubara. Tempo/Ramdani

Ekspor Batu Bara Tahun Ini Meningkat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ekspor batu bara Indonesia sepanjang tahun ini meningkat sekitar 5 persen dari tahun lalu. Pengiriman pasokan batu bara terbesar dipastikan masih dialokasikan bagi Cina.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Bob Kamandanu, ketika dijumpai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Jumat, 6 Mei 2011.

Tahun lalu jumlah batu bara yang di ekspor mencapai 235 juta ton. Sementara tahun ini diperkirakan ekspor menyentuh 250 juta ton atau sekitar 73 persen dari produksi nasional.

Kenaikan ekspor salah satunya dipicu banyaknya kontrak baru yang diteken Indonesia dengan Cina. "Biasanyakan Cina membeli secara spot. Sekarang banyak pembeliannya dengan kontrak jangka panjang," tutur Bob.

Kontrak tersebut rata-rata berjangka waktu dari tiga hingga untuk lima tahun mendatang. Meski tidak sebanyak alokasi ekspor, alokasi untuk dalam negeri juga mengalami peningkatan.

Tahun lalu produksi batu bara untuk alokasi dalam negeri hanya mencapai 85 juta ton. Sementara tahun ini kuota naik tipis menjadi sekitar 90 juta ton.

Sementara itu, untuk produksi batu bara nasional. Asosiasi menargetkan produksi 184 juta ton sepanjang semester pertama tahun ini dan mencapai 330 juta ton pada akhir tahun nanti.

Saat ini produksi batu bara baru mencapai 89 juta ton. "Kuartal kedua nanti, kami harapkan bisa produksi sebanyak 95 juta ton agar target semester awal terpenuhi," ujar Bob.

Bob optimistis produksi kuartal kedua lebih baik ketimbang produksi kuartal pertama yang gagal memenuhi target. Meningkatnya produksi disebabkan cuaca di kuartal kedua yang akan jauh lebih baik. "Sehingga produksi bisa naik 6-7 persen," katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE