foto

Ani Yudhoyono (tengah) didampingi Linda Amalia Sari (5 kiri) dan para delegasi Forum pertemuan organisasi perempuan ASEAN (ACWO). ANTARA/Widodo S. Jusuf/hp/11.

Perempuan ASEAN Melawan Perdagangan Manusia  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Jakarta - Organisasi-organisasi perempuan di negara-negara anggota ASEAN diminta bekerja sama mengatasi perdagangan manusia. "Sudah sangat menyedihkan, mengganggu rasa kemanusiaan kita," kata Kristiani Herawati Yudhoyono, saat membuka The 3rd ASEAN Confederation on Women Organization (ACWO) Board Meeting dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Fair 2011 di Istana Negara, Jumat, 6 Mei 2011.

Ibu Negara yang akarab disapa Ani itu mengatakan, ACWO dan Kowani bisa bersama-sama mengkampanyekan gerakan menentang praktek kriminal itu, di mana anak-anak dan perempuan kerap menjadi korban. Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya, kata Ani, bertetangga dekat dengan perbatasan yang panjang dan terbuka. "Tak mustahil orang-orang jahat melakukan tindak kejahatan di perbatasan," kata dia.

Dia yakin perempuan ASEAN bisa menggalang kekuatan melawan perdagangan manusia. Apalagi sekarang sudah ada Deklarasi ASEAN pada 29 November 2004 di Vientiane, Laos, yang dengan tegas menyebut upaya bersama membabat kejahatan itu. "Kowani dan ACWO harus berdiri di barisan paling depan menghentikan kejahatan seperti itu," kata Ani.

Upaya melawan perdagangan manusia adalah salah satu dari tiga misi ACWO. Menurut Ani, dua misi lainnya adalah meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

BUNGA MANGGIASIH