foto

Osama bin Laden. AP

Uji DNA Usamah Bin Ladin Cuma Lima Jam

TEMPO Interaktif, Washington - "Kita berhasil mendapatkan dia," ujar Presiden Barrack Obama sambil berdiri dari kursinya di Situation Room Gedung Putih, Washington, DC. Saat itu, pukul 03.50 sore waktu EST, pasukan elite Navy Seal memang menembak Usamah Bin Laden di persembunyiannya di Kota Abbottabad, Pakistan.

Namun, Obama tidak serta-merta langsung mengumumkan kematian pemimpin Al-Qaidah yang dituding sebagai dalang pengeboman menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001 itu. Dia hanya menelepon bekas presiden Bill Clinton dan George Bush Junior.

Seiring dengan itu, tim pemburu juga membawa spesialis forensik untuk melakukan identifikasi jenazah Usamah, mulai bentuk wajah, tinggi badan, ciri-ciri fisik lain, hingga tes DNA. Pada 1 Mei sekitar pukul 10.30 malam, mereka mengirim kabar tentang hasil identifikasi itu kepada Washington.

Setelah memperoleh kepastian dari identifikasi forensik, pada pukul 11.35 malam Presiden Obama menggelar pidato nasional. Dia mengumumkan kematian Usamah. Pengumuman tersebut disambut sukacita oleh jutaan warga Negeri Abang Sam.

Untuk menghilangkan keraguan, pejabat Amerika menegaskan bahwa 99,9 persen tes DNA membuktikan bahwa pria yang tewas di Pakistan itu adalah Usamah. Meski demikian, keraguan akan keaslian jenazah Usamah masih muncul.

Maklum, Pemerintah Amerika Serikat tidak mempublikasikan foto-foto dan jenazah Usamah yang katanya langsung dikubur di Laut Arab. Apalagi pengujian DNA dengan laboratorium konvensional biasanya memakan waktu 10-14 hari.

Memang, kata Frederick Bieber--ahli genetika medis dari Brigham dan Women''s Hospital--untuk kasus amat penting dapat dipakai teknologi termutakhir dengan hasil semalaman. "Tapi profil kerabat telah dianalisis sebelumnya," kata Bieber kepada LA Times.

Waktu yang diperlukan untuk menguji DNA sejak Usamah ditembak mati hingga pengumuman hasil tes ternyata hanya memakan waktu 6 jam 40 menit saja. Alhasil, banyak yang bertanya, teknologi identifikasi DNA seperti apa yang digunakan Amerika. Apakah ada alat yang portabel atau apakah sampel bagian tubuh Usamah dikirim ke laboratorium di pangkalan militer di Afganistan atau via e-mail ke Amerika?

Satu hal yang sudah pasti bahwa CIA telah menyimpan DNA kerabat Usamah. Usamah adalah anak ke-16 Muhammad Bin Awad Bin Ladin yang memiliki 54 anak dari 22 istri. Badan intelijen itu telah melakukan pencarian sejak 2001, yaitu ketika pasukan Amerika membombardir bukit dan gua di kawasan Tora Bora, Afganistan.

Sejumlah anggota Al-Qaidah tewas dalam serangan itu. Ada kabar yang menyebutkan bahwa Usamah juga tewas. Namun, laporan itu diragukan. ABC melaporkan, beberapa tahun yang lalu salah satu saudari Usamah meninggal di sebuah rumah sakit di Boston karena kanker otak. FBI mengambil otak, sampel jaringan tubuh, dan darahnya yang diawetkan.

Semua bagian tubuh itu membantu membentuk basis data DNA yang digunakan untuk mencocokkan tubuh Usamah. DNA saudara Usamah yang lain juga digunakan. Pertanyaannya, teknologi apa yang dapat mencocokkan DNA hanya dalam waktu kurang dari enam jam? Sejumlah media menyebut temuan teknologi portabel penguji DNA oleh tim peneliti Universitas Arizona sebagai teknologi yang digunakan AS.

Akhir tahun lalu, perguruan tinggi ini mengumumkan penelitian tersebut, yaitu berupa perangkat profiling DNA mandiri berbasil portabel dan bisa dimuat dalam koper besar. Teknologi yang digunakan sama dengan profil STR (short tandem repeat) tradisional dan dapat dijalankan dalam setiap sampel. Proses pengujian hingga keluar hasil hanya memakan waktu dua hingga tiga jam.

Namun, pihak Universitas Arizona membantah kabar bahwa risetnya digunakan tim pemburu untuk mengidentifikasi Usamah. "Perangkat kami saat ini sedang dalam validasi beberapa laboratorium kriminal di Inggris, Jerman, Austria, dan Belanda," kata Profesor Frederic Zenhausern di Center for Applied Nanobioscience and Medicine, Universitas Arizona.

Zenhausern menduga analisis DNA Usamah dilakukan melalui pengolahan cross-validation di laboratorium di pangkalan militer. Lab yang kemungkinan berada di Afganistan ini dilengkapi teknologi berplatform profiling konvensional dan STR berkualitas tinggi. Tim Navy Seal membawa sampel tersebut dengan helikopter.

Zenhausern mengakui, dalam waktu dekat, tes DNA cepat dengan menggunakan peralatan portabel bakal diluncurkan. Perangkat ini akan meningkatkan waktu siklus, mobilitas, dan mengurangi biaya analisis sementara dalam menyediakan user interface yang lebih sederhana.

UNTUNG WIDYANTO | NATIONALJOURNAL| SCIENTIFICAMERICAN | TIME