foto

Sunaryo meresmikan kantor otoritas pelabuhan wilayah IV Makassar (9/5). TEMPO/Kink Kusuma Rein

Swasta Diajak Ikut Kelola Pelabuhan Makassar  

TEMPO Interaktif, Makassar - Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Makassar diresmikan hari ini (9/5/2011) setelah sebelumnya mengalami renovasi yang menelan biaya sekitar Rp 657 juta. Dengan peresmian ini, Pelabuhan Makassar resmi mendapatkan otoritas untuk melayani bongkar muat barang secara nasional. 


Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo, yang hadir dalam acara ini, berharap ada kerjasama antara PT Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan paska diresmikannya gedung ini. “Saya berharap tidak ada benturan antara keduanya. Pelindo IV harus saling koordinasi dan Pelindo harus membina OP,” kata Sunaryo, Senin (9/5/2011). 

Dengan peresmian ini, Sunaryo berharap kegiatan perekonomian di Makassar dapat ikut meningkat. Ia juga membuka kesempatan kepada pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara untuk ikut mengelola sebagai penunjang aktifitas di pelabuhan. “Kita menghindari monopoli dalam pengelolaan sehingga dibuka kerjasama dengan pihak swasta,” kata Sunaryo. 

Direktur PT Pelindo IV Alfred Natsir mengatakan, dibukanya Otoritas Pelabuhan ini semakin memudahkan Makassar untuk melakukan sistem direct call atau pelayaran langsung ke luar negeri. “Selama ini kita masih menjadi feeder port. Dengan peresemian ini, akan semakin mudah menjalin kerjasama dengan pengusaha pelayaran asing,” ujar Alfred. 

Untuk semakin merangsang perusahaan pelayaran asing singgah di Makassar, kata Alfred, dia menawarkan potongan harga khusus bagi perusahaan pelayaran yang berani menjadi pelopor untuk melakukan pelayaran langsung ke Makassar. “Setidaknya sebesar 60 persen,” ujar Alfred. 

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan, Wahyu Hidayat mengatakan, meskipun OP telah diresmikan, bukan berarti proses pengoperasiannya sudah bisa berjalan sempurna. “Masih banyak pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan,” katanya. Di antaranya, soal perlengkapan bongkar muat barang yang hanya satu set. 

Wahyu menambahkan, kapasitas pelabuhan juga dinilai masih kurang memadai. Saat ini pelabuhan Makassar memiliki kapasitas peti kemas sebanyak 600 TEU’S. 

ANISWATI SYAHRIR