Thongsing Thammavong. TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
PM Laos Pulang Melalui Bandara Soekarno Hatta, Razia Calo Ditunda
TEMPO Interaktif, Jakarta - Razia lanjutan calo tiket, pedagang asongan, dan taksi gelap di Bandara Soekarno Hatta, Selasa, 10 Mei 2011, baru akan berlangsung sore nanti. Razia ditunda karena Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongsing Thammavong pulang ke negaranya melalui VIP Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Padahal, jam kepulangan tamu negara itu bersamaan dengan jadwal razia. Untuk menghormati tamu negara, maka pengelola Bandara Soekarno-Hatta menunda razia dan baru akan dimulai sore hari. "Kami tunda dulu karena Perdana Menteri Laos akan pulang melalui VIP. Razia dilanjutkan nanti sore," kata Kepala Security PT Angkasa Pura II, M. Fahriedh.
Fahriedh juga membenarkan pada Senin 9 Mei malam sekitar pukul 19.00 WIB, usai puluhan sopir, pedagang asongan, dan calo tiket dilepas setelah dimintai keterangan di Kantor Polisi Khusus Bandara, mereka mendatangi petugas. "Mereka protes dan mengancam demo. Kami lebih senang. Silakan saja, tetapi komitmen kami tetap untuk memerangi usaha ilegal tersebut," kata Fahriedh.
Sejumlah pedagang asongan pada Senin malam juga kedapatan berdagang secara ''kucing-kucingan'' di areal parkir Bandara Soekarno-Hatta. Pada razia kemarin, aparat gabungan mengamankan tiga pedagang asongan, 53 sopir taksi gelap, dan 17 calo tiket.
Deputi Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta, Mulya Abdi, mengungkapkan aksi sweeping itu diberlakukan setiap hari secara random waktunya di seluruh terminal. "Targetnya, agar seluruh kegiatan ilegal itu bisa hilang dan pengguna jasa di bandara merasa nyaman,” kata Abdi. Ia mengatakan jumlah tangkapan dalam razia yang digelarnya tersebut relatif terus mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan masa-masa sebelumnya.
Secara akumulatif, pada April 2011 tercatat sebanyak 800 taksi gelap, 162 calo tiket, dan 92 pedagang asongan yang berhasil dibekuk oleh pihaknya. Sementara, pada kurun waktu sama pada April 2010 silam, pelaku bisnis ilegal yang tertangkap tercatat sebanyak 1.200 taksi gelap, 175 calo tiket, serta 92 pedagang asongan.
AYU CIPTA





