foto

Wikileaks. Foto: nydailynews.com

Timor Leste Tolak Pembangunan Radar Gratis Cina

TEMPO Interaktif, Sydney - Timor Leste menolak usulan Cina untuk membangun sebuah radar di teritorialnya setelah memperhatikan radar tersebut bisa digunakan untuk kepentingan mata-mata. Demikian isi kawat diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan situs wikiLeaks, Selasa, 10 Mei 2011.

Dalam laporan kawat diplomatik yang dipublikasikan Sydney Morning Herald, Cina mendekati Timor Leste pada Desember 2007. Pendekatan dimulai dengan usulan membangun fasilitas pemantauan gratis di pantai utara negara itu. Cina beralasan pembangunan itu ditujukan untuk membantu Timor Leste memerangi pencurian ikan.

Namun Wakil Perdana Menteri Timor Leste Jose Luis Guterres cemas radar itu akan digunakan untuk memperluas kemampuan intelijen Cina di Asia Tenggara. "Fasilitas tersebut diawaki oleh teknisi Cina," kata Guterres seperti dilaporkan ke kedutaan Amerika Serikat. "Mereka dapat menggunakannya untuk memperluas lingkaran intelijen di Asia Tenggara yang didasari radar Cina."

Disebutkan juga perairan Selat Wetar yang memisahkan pantai timur laut Timor Leste dari Pulau Wetar milik Indonesia digunakan kapal angkatan laut Amerika Serikat, termasuk kapal selam nuklir, untuk transit antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kawat diplomatik itu juga memperlihatkan diplomat Amerika di Dili melaporkan bahwa Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta "berulang-ulang dan secara ekplisit" menegaskan bahwa preferensi kuat bangsa adalah bekerja sama dengan mitra demokratis di bidang pertahanan dan keamanan. Dalam hal ini, Horta menunjuk ke Australia, Portugal, Amerika Serikat dan Jepang.

YAHOONEWS | SUNARIAH