foto

TEMPO/Nita Dian

Aliran Ahmad Soht Banyak Rekrut Remaja

TEMPO Interaktif, Makassar - Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Ajun Komisaris Besar Chevy Achmad Sopari mengatakan berdasarkan informasi dari Polres Maros, aliran sesat Ahmad Soht telah merekrut banyak anak usia remaja sebagai pengikutnya.


Hingga kini, polisi memang belum bisa memastikan berapa jumlah dari pengikut aliran ini. "Belum ada data pastinya. Tapi, berdasarkan pantauan polisi, banyak anak remaja yang direkrut," kata Chevy, melalui sambungan telpon, Selasa, 10 Mei 2011.

Menurut Chevy, anak remaja yang direkrut mulai dari siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Usia seperti ini sangat berpotensi untuk didoktrin dengan pemikiran yang menyesatkan. "Usia seperti SMA ke bawah jadi target untuk memperbanyak pengikut," kata Chevy.

Menurut Chevy, saat ini ada tim yang bergerak melakukan pemantauan yang terdiri dari anggota polisi bekerja sama dengan pemerintah setempat, tokoh agama, dan kejaksaan.
 
Untuk mencegah meluasnya aliran ini, Chevy meminta semua pihak untuk mengingatkan anggota keluarganya agar tidak mudah percaya dengan adanya ajakan untuk mengikuti aliran seperti ini. "Yang terpenting adalah peran orang tua dan sekolah. Keduanya harus proaktif melakukan kontrol kepada siswa dan anak-anak mereka," ujarnya.

Polisi juga akan meminta instansi yang menangani soal agama di daerah setempat serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendekati pengikut aliran sesat tersebut. "Pemahaman agama mereka harus diluruskan," ujarnya.

Aliran Ahmad Shoot menjadi pembicaraan ramai setelah Ahad, pemimpin aliran ini, tewas ditembak polisi karena telah membacok polisi sampai tewas, kemarin. Selain Ahad, dua pengikutnya juga sekarat dan sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Polisi yang terkena tikaman juga dirawat di rumah sakit yang sama.

SAHRUL