Catur Adi Sagita. TEMPO/Ishomuddin
Topik
Batal ke Polandia, Pecatur Cilik Pacitan Diproyeksikan ke Filipina
TEMPO Interaktif, Pacitan - Setelah batal mengikuti Kejuaraan Dunia Catur di Polandia awal April lalu, pecatur cilik asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Catur Adi Sagita, 8 tahun, diproyeksikan mengikuti kejuaraan catur internasional di Filipina.
Ketua Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Pacitan, Resi Aji, menjelaskan bahwa Catur bersama 11 pecatur Indonesia lainnya, direncanakan mengikuti kejuaraan catur internasional yang akan dihelat di Kota Subic, Filipina, pertengahan Juni mendatang.
Mereka sebelumnya gagal berangkat ke Polandia akibat kepengurusan visa yang belum kelar menjelang pertandingan.
“Setelah batal ke Polandia, Catur akan diikutkan kejuaraan internasional di Filipina,” kata Resi Aji, Rabu, 11 Mei 2011.
Catur yang kini masih duduk di kelas III Sekolah Dasar Negeri Pacitan itu akan berlaga untuk kategori usia di bawah 10 tahun. Catur pernah meraih prestasi di kejuaraan tingkat lokal, regional, dan nasional.
Pada kejuaraan nasional catur 2010 di Manado, Sulawesi Utara, 8-16 Oktober 2010 lalu, Catur meraih medali emas untuk kategori pecatur junior kategori G putra (usia di bawah sembilan tahun) dan berhak mewakili Indonesia di kejuaraan internasional.
Catur bersama beberapa pecatur Pacitan lainnya kini sedang mengikuti Training Center di Pusat Pelatihan Kabupaten (Puslatkab) yang berlangsung selama 1,5 bulan.
Bapak angkat Catur, Asraf, mendukung penuh karier Catur. “Di samping membimbingnya dalam pendidikan di sekolah, saya juga mendukung penuh prestasinya di bidang catur,” ucap guru Pendidikan Jasmani SD Negeri Pacitan ini.
Catur merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari keluarga tidak mampu di Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung. Pacitan.
Ketiga kakaknya juga jago catur dan sudah berkecimpung di berbagai kompetisi catur tingkat lokal dan regional. Ayahnya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dan ibunya bekerja sebagai buruh tani.
Asraf yang iba dengan kondisi keluarga Catur akhirnya mengasuh Catur sampai sekarang. Catur pun tinggal di rumah Asraf di Kelurahan Menadi, Kecamatan Pacitan.
ISHOMUDDIN





