foto

Mohamad Rachman Sawaludin. TEMPO/Jerry Omona

Dunia Tinju Indonesia Dinilai Masih Terpuruk  

TEMPO Interaktif,Jayapura – Juara tinju dunia kelas terbang mini versi WBA, Mohamad Rachman Sawaludin mengatakan, tinju nasional Indonesia hingga saat ini masih berada di bawah standar pembinaan yang baik. 

Keterpurukan olahraga tinju antara lain dipengaruhi kurangnya sarana dan fasilitas latihan yang memadai, managemen pembinaan yang rendah dan kurangnya perhatian pemerintah atas perkembangan olahraga keras itu. “Kita tidak bisa mengelak jika memang begitu kondisinya, iklim tinju kita tahun kemarin dan sekarang sangat menurun drastis,” kata M. Rachman, Jumat 13 Mei 2011.

Menurutnya, selain minim pagelaran, promotor-promotor yang mempertemukan petinju juga masih sangat kurang. “Ini membuat dunia tinju tidak berkembang ditahun ini, sementara dana APBD yang dialokasikan untuk olahragra, jarang disalurkan,” ujarnya.

Rachman menilai, pemerintah punya tanggungjawab untuk mendorong majunya olahraga tinju. “Jadi harapan saya adalah, pemerintah jangan ragu untuk memajukan tinju, jujur olahraga ini selain bulu tangkis, adalah yang sudah mengharumkan nama bangsa, bukan sepak bola,” katanya.

Rachman memenangi kelas terbang mini versi WBA setelah menjatuhkan lawannya Kwantai Sithmorseng di Bangkok, Thailand, 20 April lalu. Ia mampu memukul KO Kwantai pada ronde 9 dari 12 ronde.

Setelah mengunjungi kampung halamannya di Merauke sejak Selasa kemarin, siang ini, Rachman akan kembali bertolak ke Jakarta untuk mengikuti program latihan sebelum bertarung pada Juli mendatang. “Saya belum tahu lawannya siapa, tapi dibilang promotor akan bertanding Juli, saya siap saja menghapinya.”

JERRY OMONA