foto

TEMPO/Novi Kartika

Bea Keluar Minyak Sawit Mentah Bakal Turun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dunia bakal mulai mengalami penurunan pada Mei 2011. Harga yang rendah akan bertahan hingga akhir tahun. "Harga CPO akan rendah dan bertahan di kisaran US$ 1050 - US$ 1150 per ton," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Fadhil hasan, Selasa (17/5).

Penurunan harga ini akan berpengaruh kepada bea keluar minyak mentah sawit. Hingga akhir tahun ini, bea keluar bakal berkisar 15-17,5 persen. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 67 tahun 2010, jika harga CPO antara US$ 1.100 - US$ 1.150 per ton maka bea keluartetap 17,5 persen.

Apabila harga CPO berkisar US$ 1.050 - 1.100 per ton, maka bea keluar turun menjadi 15 persen. Bulan depan, Fadhil memperkirakan harga minyak sawit mentah akan bertengger pada kisaran US$ 1.150 per ton, dengan bea keluar sebesar 17,5 persen.

Bea keluar yang dipungut dari komoditas ini pada mulanya untuk menjaga kestabilan pasokan bahan baku minyak goreng dalam negeri. Namun instrumen ini juga untuk mengerem ekspor agar CPO bisa diolah dulu di dalam negeri.

Selama ini penentuan bea keluar didasari oleh referensi harga di bursa Rotterdam, Belanda. Padahal, di Indonesia, terdapat dua bursa berjangka, yaitu Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesian Commodity and Derivative Exchange (ICDX) serta Bursa Berjangka Jakarta.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha kelapa sawit mendesak pemerintah merevisi bea keluar karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan awal. Salah satu usulannya adalah penerapan bea keluar 3 persen diberlakukan merata pada harga berapa pun.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Dedy Saleh mengatakan, pemerintah tidak akan mengubah bea keluar tersebut. Tapi, pemerintah hanya akan menurunkan batas bea masuk. “Batas atas 25 persen akan diturunkan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan menaikkan harga batas bawah dinaikkan dari US$ 700 per ton. "Kemungkinan naik menjadi US$750 per ton. Jadi bila harga kurang dari itu tidak dikenakan bea keluar.”

Namun, menurut Fadhil, kebijakan pemerintah ini tak ada artinya. Harga CPO saat ini paling rendah hanya berkisar antara US$ 1.050 per ton. Alasannya, “harga tidak mungkin kembali ke US$ 750 per ton dalam waktu dekat.”

Tahun lalu, jumlah ekspor minyak sawit mentah mencapai 15,6 juta ton. Negara tujuan ekspor antara lain Cina, India, Timur Tengah dan Eropa.

EKA UTAMI APRILIA