Topik
Rinso Cair Topang Penjualan Unilever
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih usaha pada 2010 sebesar 11,3 persen menjadi Rp 3,4 triliun. Pertumbuhan terdongkrak akibat meningkatnya penjualan sebesar 7,9 persen menjadi Rp 19,7 triliun.
"Itu karena inovasi brand baru, yaitu Rinso cair, sabun batangan, Vaseline Men, dan Pond''s Gold Radiance," kata Presiden Direktur Unilever Maurits Lalisang, Kamis 19 Mei 2011.
Selain itu, peluncuran produk makanan ringan, es krim Magnum, juga sukses besar di pasaran. Menurut Maurits, inovasi-inovasi itu mendongkrak omset penjualan produk menjadi US$ 2 miliar dan laba usaha mencapai Rp 4,5 triliun. Pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan mencapai 14 persen.
Unilever optimistis tahun ini perseroan juga tumbuh. Dengan situasi yang sangat dinamis, perseroan merencanakan belanja modal usaha hingga Rp 1,3 triliun di tahun 2011. Dana itu untuk peningkatan fasilitas produksi dan distribusi. Hingga 2012, Unilever siap menginvestasikan dana 300 - 350 juta euro.
Direktur Perseroan Joseph Bataona menambahkan Unilever telah meluncurkan program Unilever Sustainable Living Plan, yakni program pengembangan usaha hingga sepuluh tahun ke depan. "Itu program bisnis lingkungan untuk terus menekan dampak yang ditimbulkan lingkungan," tutur Joseph.
MUHAMMAD TAUFIK





