foto

AP/Frank Augstein

PLN Dimungkinkan Impor Gas

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Pembangkit Listrik Negara (Persero) dimungkinkan untuk mengimpor gas. Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo, impor tak masalah asal ada infrastruktur yang tersedia.

Evita menyatakan, pihaknya sadar bahwa kondisi gas alam cair dunia mulai kondusif. Menurutnya, pada 2014, di Australia dan Papua Nugini mulai membangun LNG secara besar besaran. “Kalau gas harga internasional cukup baik ga akan masalah. Impor dimungkinkan,” kata dia, Kamis 19 Mei 2011.

Kemarin, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan mengatakan menjajaki kemungkina mengimpor gas dari  Iran guna mensuplai kebutuhan gas untuk produksi listrik. Selain Iran, Negara lain yang dimungkinkan adalah Australia dan Papua Nugini. Jika impor jadi dilakukan, maka mekanisme yang akan dipakai adalah kontrak business to business. “Tapi jika perlu bantuan pemerintah, kami bantu,” ujarnya.

Namun opsi impor itu bukan pilihan utama. Evita menyatakan, pihaknya sudah bertemu dengan PLN untuk membicarakan Untuk mengurangi Biaya Pokok Produksi listrik , PLN diperlukan pasokan gas yang lebih banyak. “Saat ini (diutamakan) masih dari dalam negeri,” kata dia.

Evita memaparkan untuk Jawa barat, komitmen gas masih 50 persen dari kapasitasnya. Untuk Sumatera Utara, rencananya sumber gas akan diambil dari blok Tangguh. Tapi kini masih negoisasi “Hanya harganya yang masih belum klop,” kata dia. Yang belum kami siap pasokan gasnya hanya Jateng.

NUR ROCHMI