Cina Diminta Biayai 10 Proyek Infrastruktur

TEMPO Interaktif, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum meminta Cina membiayai pembangunan sepuluh proyek infrastrukturnya senilai US$ 863 juta. "Kami tengah berupaya agar dana pinjaman ini bisa dinegosiasikan secepatnya," kata Taufik Widjoyono, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis 19 Mei.

Sepuluh proyek itu akan dikelola Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Bina Marga, serta Direktorat Jenderal Cipta Karya. Ia merincikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan membangun tiga bendungan di Nusa Tenggara Timur senilai US$ 125, yakni bendungan Reknamo, Kolhua, serta Mbay. Sumber Daya Air juga akan membangun bendungan Pandanduri di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat senilai US$ 52,7 juta, serta pembangunan jalan di Jambo Aye, Aceh senilai US$ 36 juta.

Sementara Direktorat Jenderal Bina Marga akan membangun fasilitas jembatan yang menuju ke Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi Barat senilai US$ 60 juta. Begitupula untuk jembatan Pulau Balang, Balikpapan Kalimantan Timur senilai US$ 150 juta, serta jalan tol Solo-Kertosono US$ 300 juta. Terdapat pula pembangunan lanjutan jalan tol Medan-Kualanamu, jembatan Kendari, jalan Cileunyi-Sumedang-Dawuan US$ 40 juta. Serta pembangunan jembatan lanjutan US$ 45 juta.

Bina Marga juga akan memberikan dana bantuan teknis untuk pembangunan jembatan Batam-Bintan US$ 3 juta. Adapun Cipta Karya akan membangun proyek sanitasi di Bandung senilai US$ 50 juta. "Kami berharap usulan ini bisa terakomodir," ucapnya.

Taufik menambahkan kerjasama infrastruktur dengan Cina sudah berjalan cukup baik. Itu terbukti dari pembangunan sejumlah proyek telah yang bersumber dari kucuran dana pinjaman Cina beberapa tahun terakhir. Sejumlah proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan hingga sekarang, seperti bendungan Jatigede, Jawa Barat senilai US$ 215 Juta. " Proyek ini dimuali sejak 2007," katanya.

Terdapat pula tiga proyek jalan dan jembatan yang masih berlangsung pembangunanya. Tiga proyek itu adalah pembangunan jembatan Tayang di Kalimantan Barat senilai US$ 87 juta, jalan jalan Cileunye-Sumedang-Dawuan US$ 200 juta, serta tol Medan-Kualanama US$ 137 juta.

TRI SUHARMAN