Realisasi Pinjaman Asing Kementerian PU Tersendat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan total dana pinjaman luar negeri Rp 56 triliun belum sepenuhnya terealisasi. "Dana belum sepenuhnya cair," kata Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono di Jakarta, Kamis, 19 Mei 2011.

Taufik menjelaskan, dana tidak sepenuhnya cair karena mengikuti target yang telah ditetapkan antara pemerintah dan negara penyandang dana, seperti Cina, Australia, Korea Selatan, Prancis, dan Jepang. Target pencairan tersebut ada yang dimulai pada periode 2005-2011, tapi ada pula yang dimulai pada periode 2009-2013.

Hingga akhir April, dana yang sebagian terikat pinjaman pemerintah sejak 2005 baru terealisasi Rp 26 triliun atau 49 persen. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air hanya mampu merealisasi Rp 9,9 triliun, Sumber Bina Marga Rp 5,4 triliun, dan Cipta Karya Rp 10 triliun. "Realisasi ini tidak ada masalah," kata Taufik.

Taufik memerinci dana pinjaman tersebut dialokasikan untuk 49 proyek di Kementerian, antara lain yang dikelola Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Rp 21 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga Rp 16 triliun, dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Rp 18 triliun.

Pinjaman untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dimanfaatkan bagi irigasi di sejumlah daerah, mulai rehabilitasi, pengembangan irigasi, hingga pengendalian banjir. Salah satunya membangun Bendungan Jati Gede, Jawa Barat. Dana Direktorat Jenderal Bina Marga antara lain untuk akses jalan Tanjung Priok.

Meski dana belum sepenuhnya cair, Kementerian kembali mengusulkan pinjaman ke sejumlah negara US$ 1,1857 juta. Tujuannya mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air Citarum Hulu dan Bendungan Karian. "Mudah-mudahan terealisasi hingga tahun depan," ujar Taufik.

TRI SUHARMAN