Bom Meledak di Irak Utara, 25 Tewas

TEMPO Interaktif, Kirkuk - Tiga bom meledak dengan target pasukan keamanan di dekat gedung pemerintahan di kota minyak Kirkuk, Irak utara, Kamis, 19 Mei 2011, menewaskan 25 orang dan melukai puluhan lainnya.

Kirkuk, kota berpenduduk campuran antara warga Arab, Kurdi, Turki, dan lainnya merupakan kawasan dengan cadangan minyak paling besar di dunia. Kota ini juga menjadi titik penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak tahun ini setelah lebih delapan tahun menginvasi Irak untuk menggulingkan Saddam Hussein.

Ledakan bom diawali sebuah bom kecil menghantam mobil pejabat kepolisian di dekat markas besar kepolisian, disusul oleh dua ledakan besar berasal dari mobil saat pasukan keamanan dan tim penyelamat membantu korban ledakan pertama. Pejabat setempat menyebut ledakan diduga dilakukan oleh kelompok Al-Qaidah.

"Saya berjalan menuju markas kepolisian dan tiba-tiba saya jatuh ke tanah, namun tidak merasakan apapun sebab saya kehilangan kesadaran," kata Talib Jabar, anggota polisi yang tangan dan kakinya terluka.

"Ketika saya bangun, saya sudah berada di rumah sakit bersama sejumlah dokter yang mengelilingi saya dan saya mengalami pendarahan."

Siaran televisi menunjukkan gambar dua kali ledakan dan menyebabkan sejumlah mobil jadi bangkai tergeletak di jalanan sementara sejumlah polisi membersihkan bekas-bekas kebakaran tersebut.

"Ada tiga ledakan dengan target pasukan keamanan di dekat gedung pemerintahan," ujar Hassan Turan, Kepala Dewan Provinsi Kirkuk kepada Reuters.

"Ledakan pertama menghantam mobil polisi, disusul oleh sebuah bom mobil dengan target polisi yang berada di dekat mobil," tutur Turan. "Setelah itu, ledakan bom mobil kedua di tempat yang sama."

Turan meletakkan 17 korban tewas bersama lusinan lainnya yang cedera namun sumber di Kementerian Dalam Negeri dan rumah sakit menyebutkan ada 25 orang yang tewas dan 68 lainnya cedera.

"Kemungkinan jumlah korban tewas bertambah sebab hampir seluruh korba luka serius," kata sumber-sumber di rumah sakit.

Bom ketiga meledak tak jauh dari dua ledakan sebelumnya ditujukan kepada Kolonel Oras Mohammed, Kepala Unit Kontraterorisme, jelas sumber di Kementerian Dalam Negeri. Dia tidak cedera namun empat pengawalnya tewas.

Mayor Jenderal Jamal Tahir, Kepala Kepolisian Provinsi Kirkuk, menuduh bahwa ledakan tersebut dilakukan oleh Al-Qaidah di Irak.

"Ini sebuah operasi gabungan antara Al-Qaidah dan kelompok-kelompok bersenjata bersekutu dengan mereka. Ini teknik yang biasa dilakukan oleh Al-Qaidah," katanya. "Pasti, Al-Qaidah berada di balik ledakan ini."

Kirkuk terletak di 250 kilometer utara Baghdad senantiasa menjadi masalah antara pemerintahan pusat Irak dengan kawasan semi otonomi Kurdistan yang mengkalim sebagai kota paling kaya sumber minyak.

CA