Bom Meledak, Myanmar Tuding Gerilyawan Karen Pelakunya
TEMPO Interaktif, Rangoon - Ledakan bom di atas kereta api di kawasan Tatkone dekat Nyapyidaw, ibu kota Myanmar pada Rabu malam, 18 Mei 2011, telah menewaskan sedikitnya dua orang dan tujuh orang terluka. Pemerintah Myanmar menuding gerilyawan Karen sebagai pelaku peledakan.
“Itu bom waktu. Kami mencurigai KNU (Karen National Union) yang meledakkan,” kata seorang pejabat pemerintah. Pasukan bersenjata KNU dalam 25 tahun terakhir terus bertempur dengan pasukan pemerintah untuk menuntut otonomi.
Ledakan bom terjadi hanya beberapa saat setelah utusan khusus pemerintah Amerika Serikat, Joseph Yun, tiba di Myanmar. Yun sebagai Sekretaris Asisten Deputi untuk urusan Asia Timur dan Pasifik dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Myanmar, Wunna Maung Lwin, di Nyapyidaw.
Yun juga dijadwalkan bertemu dengan tokoh demokrasi, Aung San Suu Kyi, dalam empat hari kunjungannya ke negara junta militer itu.
Amerika Serikat menyatakan kekecewaannya dengan hasil dialog dengan Pemerintah Myanmar dan menolak untuk menghapus sanksi setelah pemilihan umum yang digelar pada November tahun lalu diwarnai dengan berbagai keluhan, intimidasi, dan penipuan.
STRAITS TIMES | MARIA RITA





