Suasana perdagangan di Pasar Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/12). Pasar tradisional semakin terdesak ritel modern. Presiden akan meresmikan revitalisasi pasar tradisional Januari 2010. TEMPO/Prima Mulia
Topik
Ribuan Pedagang Kecil Terjerat Lintah Darat
TEMPO Interaktif, Brebes - Ribuan pedagang kecil yang selama ini mendominasi usaha di pasar tradisional di Kabupaten Brebes, terjerat rentenir. Kondisi ini menjadi salah satu hambatan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia daerah dari sektor ekonomi kerakyatan.
“Padahal rentenir menerapkan bunga pinjaman tinggi sehingga pedagang kecil tak mampu meningkatkan ekonomi. Justru menguatkan lingkaran setan jeratan dalam berdagang,” ujar Direktur Pusat Study dan Pengembangan Pedesaan Indonesia, Atmo Suwito Rasaban, di Brebes, Jumat, 20 Mei 2011.
Menurut Atmo, terjeratnya pedagang kecil ini akibat peran pemerintah daerah terlalu lemah melidungi ekonomi kerakyatan sehingga rentenir menjadi alternatif mendapatkan modal cepat. “Pedagang meminjam tanpa harus menggunakan anggunan dan kemudahan proses pinjaman yang tak berbelit-elit,” katanya.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, rata-rata pedagang yang terjerat rentenir ini para perempuan yang biasa melakukan penjualan hasil pertanian di pasar tardisional dengan nilai pinjaman antara Rp 1 hingga Rp 5 juta dan bungga hingga lebih dari 10 persen.
Atmo meminta agar pemerintah daerah turun tangan mengentaskan persoalan ini untuk meningkatakan sektor ekonomi kerakyatan di daerah. “Karena jeratan rentenir ini sudah berlangsung lama. Sementara peran pemerintah dalam mengembangkan keperasi belum juga menyentuh hingga ke bawah,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Brebes Asih Pambudi menyatakan telah berupaya perlidungan pedagang kecil hingga di tingkat kecamatan. “Kami juga melibatkan bagian perdagangan dinas perindustrian dan perdagangan,” ujarnya.
Menurut Asih, langkah perlindungan terhadap pedagang kecil ini dilakukan dengan cara mengeluarkan izin pendirian koperasi yang menjamin ada kesempatan bagi pedagang kecil untuk mengajukan pinjaman. “Terdapat 330 koperasi yang kami rekomendasikan untuk terlibat langsung melidungi sektor permodalan rakyat,” katanya.
Namun, Asih mengaku kurang mengetahui jumlah nasabah koperasi tersebut, meski begitu ia berharap keberadaan koperasi ini bisa menanggulangi jeratan rentenir yang selama ini beroperasi di pasar-pasar tradisonal di wilayah Kabupaten Brebes.
EDI FAISOL





