foto

Menteri Pembangunan Yunani Costis Hatzidakis terluka dalam pengawalan ketat setelah diserang oleh pengunjuk rasa di Athena, Rabu (15/12). Ratusan pengunjuk rasa menghancurkan mobil dan melemparkan bom molotov saat protes besar-besaran terhadap langkah-langkah penghematan pemerintah yang dilanda krisis. AP Photo

Moody''s Ingatkan Krisis Yunani Bisa Menular  

TEMPO Interaktif, Athena - Lembaga pemeringkat utang, Moody''s Investor Service, memperingatkan pemerintah Yunani kemungkinan gagal bayar menyusul restrukturisasi utang yang diajukan. Restrukturisasi ini dikhawatirkan akan merugikan negara Eropa serta bakal menyeret Portugal dan Irlandia dalam kondisi yang lebih buruk.

"Bila Yunani gagal bayar, akan menyebabkan ketidakstabilan dan berimplikasi pada kelayakan negara-negara Eropa lainnya," kata Kepala Kredit Moody''s untuk wilayah Eropa, Alastair Wilson.

Pasar ketakutan akan krisis utang yang melanda Eropa. Investor cemas krisis ini tak hanya terjadi di Yunani, tapi juga menular hingga Spanyol. Selain itu, lembaga pemeringkat utang sudah menurunkan rating pemerintah Italia dan Belgia.

Dalam pemilihan umum Spanyol pada Ahad lalu, partai sosialis, yang saat ini berkuasa, kalah telak oleh oposisi, yaitu partai konservatif. Hasil akhir menunjukkan partai konservatif meraih hampir 38 persen suara, sementara 28 persen suara diraih oleh partai sosialis. Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero menyalahkan anjloknya perekonomian atas kekalahan partainya.

Dalam beberapa hari terakhir, lembaga pemeringkat Standard & Poor''s memangkas peringkat utang Italia dari "stabil" menjadi "negatif". Sedangkan lembaga Fitch Ratings mungkin bakal menurunkan peringkat utang Belgia, yang kini bertengger di posisi AA+. Negeri itu dilanda krisis kepemimpinan sejak pemilihan umum Juni tahun lalu, meski kondisi ekonomi sedang bersinar.

Menurut Wilson, setelah Yunani tak mampu membayar utang, fokus selanjutnya adalah Portugal dan Irlandia. Kedua negara itu juga sepakat mendapat dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa. Keduanya dikhawatirkan ikut terpuruk seperti Yunani. Sedangkan krisis yang melanda Spanyol, Italia, dan Belgia diperkirakan belum terlalu parah meski tetap berada di bawah tekanan pasar.

Tiga lembaga pemeringkat besar, yaitu Moody''s, Fitch Ratings, dan S & P, telah mengingatkan tentang restrukturisasi utang Yunani. Investor diberi pilihan untuk menerima kesepakatan tapi tidak secara eksplisit harus menerima kenyataan bahwa Yunani gagal bayar.

Senin lalu, Yunani mulai membahas pemangkasan defisit anggaran. Ini dilakukan untuk meyakinkan negara-negara donor bahwa Yunani dapat mengatasi krisis utang tanpa restrukturisasi.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou harus menunjukkan rencana fiskal yang cukup kredibel untuk Uni Eropa dan IMF. Ia juga menyatakan siap mempercepat privatisasi aset negaranya senilai 50 miliar euro sebagai salah satu solusi pengurangan utang.

Pekan lalu, Fitch Ratings memangkas rating utang jangka panjang Yunani sebanyak tiga tingkat dari BB+ menjadi B+, empat tingkat di bawah investment grade.

REUTERS | DEWI RINA